Ayo, Spooring dan Balancing Mobil Setelah Mudik

0 komentar
Ayo, Spooring dan Balancing Mobil Setelah Mudik

Jakarta - Perjalanan mudik ke kampung halaman adalah perjalanan panjang melintasi berbagai medan jalan. Mulai dari yang mulus hingga yang penuh lubang. Nah setelah mudik, ada baiknya anda memperhatikan bagian kaki-kaki kendaraan anda.

Karena setelah mudik terkadang keselarasan dan keseimbangan roda sudah agak melenceng, putaran roda pun seolah berbelok ke kanan atau ke kiri dengan sendirinya. Disini, mobil anda harus segera melakukan beberapa perawatan, terutama spooring dan balancing!

"Maksimal setiap 10 ribu km, mobil sudah harus spooring dan balancing, kurang dari itu malah lebih bagus lagi," ujar Irwansyah yang merupakan mekanik di Asco Daihatsu di Jl. Raya Pasar Minggu, Selasa (14/9/2010).

Spooring sendiri bertujuan untuk menyelaraskan gerak dan posisi dari roda kiri dan kanan agar seimbang. "Sehingga efek mobil 'limbung' dapat diminimalisasi," imbuhnya.

Sementara balancing berguna untuk menyelaraskan roda depan dan belakang serta mereduksi getaran yang ditimbulkan oleh putaran roda.

Cara mudah mengetahui apakah mobil harus 'dirawat' adalah dengan menjalankan mobil hingga kecepatan 60 km perjam lalu jaga kondisi mobil agar berjalan lurus. Bila tiba-tiba arah mobil sedikit melenceng, maka bagian kaki-kaki kendaraan anda itu sudah harus dibenahi.

"Ini terlihat sepele, padahal penting. Kalau mobil kita 'sepeleng' kan keamanan berkendara jadi berkurang," tukasnya.

Selain itu, dengan melakukan spooring dan balancing, kita juga membuat tingkat keausan ban dan ornamen di kaki-kaki jadi merata. "Ini berguna untuk menjaga tingkat pengendalian," pungkasnya.
Read More..

Aki Mobil Soak Ikuti Langkah Ini

0 komentar
Aki Mobil Soak Ikuti Langkah Ini

KOMPAS.COM - Saat ini Anda ingin kembali ke Jakarta setelah bersilaturahmi di kampung halaman. Namun, kendaraan menimbulkan masalah, mesin enggak mau di "starter". Jumper aki merupakan salah satu solusi paling sering dipakai. Terlihat sangat serderhana, tapi harus memperhatikan kaidah-kaidah agar terhindar dari bahaya, baik buat aki, kelistrikan mobil dan pen-jumper.

Inilah langkah-langkah aman tersebut
1. Posisikan kedua mobil dengan baik dan benar, terutama kedua aki berdekatakan. Jangan menghalangi jalan.
2. Bersihkan katub positif dan negatif aki yang lemah.

3. Hubungkan penjepit kabel jumper berwarna merah ke kutub positif, baik ke aki mobil yang sehat maupun yang lemah.

4. Pasang penjepit kabel jumper negatif ke kutub negatif, dahulukan ke aki yang lemah, baru kemudian ke aki yang sehat.

5. Starter lebih dahulu mobil aki yang sehaT. biarkan beberapa saat.

6. Setelah itu, starter mobil yang akinya lemah.

7. Setelah berhasil, lepaskan kabel jumper. Dahulukan kabel jumper pada kutub negatif, disusul kutub positif.

8. Pada mesin yang sudah dihidupkan (aki lemah), biarkan beberapa saat supaya terjadi proses pengisian.
Read More..

Honda iMobili Jadi Top Download

0 komentar
Honda iMobili Jadi Top Download

JAKARTA (DP) — Setelah diluncurkan pada tanggal 12 Agustus 2010, aplikasi interaktif Honda iMobili (Honda Intelligent Mobillity System in-Hand) berhasil menjadi salah satu top download di BlackBerry App World dengan total download sebanyak 10.652 hingga 6 September 2010.

Honda iMobili dilengkapi fitur-fitur canggih seperti informasi terbaru dengan sistem push mail, reminder system yang interaktif, hingga sistem navigasi GPS untuk menemukan lokasi dealer-dealer Honda di seluruh Indonesia.

Khusus menyambut musim mudik dan Lebaran 2010, iMobili juga menghadirkan fitur Honda Emergency Service, yang berisi informasi lokasi seluruh bengkel dan posko siaga Honda dengan navigasi GPS, serta jadwal imsak dengan fitur reminder. Aplikasi ini merupakan pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh ATPM mobil.

Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan, “Kami bangga bahwa aplikasi buatan Indonesia ini diterima dengan sangat baik para pengguna Blackberry, khususnya oleh konsumen Honda. Dengan berbagai fitur yang interaktif dan informatif, iMobili merupakan aplikasi yang sangat berguna bagi konsumen Honda, tidak hanya pada masa mudik dan Lebaran, tetapi kapan saja dan dimana saja. Ke depannya, kami akan terus mengembangkan dan melengkapi aplikasi ini agar semakin memberikan manfaat bagi konsumen Honda.”
Read More..

Tips Menghadapi Kondisi Darurat Saat Mudik

0 komentar
Tips Menghadapi Kondisi Darurat Saat Mudik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anda sudah siap berangkat mudik menuju kampung halaman? Ada baiknya mengantisipasi berbagai kemungkinan risiko yang bisa terjadi di sepanjang perjalanan. Maklum, seiring dengan arus mudik, jalanan bisa saja macet karena kendaraan pemudik tumplek blek dalam waktu bersamaan.

Sehingga, bila terjadi gangguan pada mobil akan semakin menambah kerepotan Anda. “Memang idealnya, bila ada gangguan langsung ke bengkel. Tetapi siapa yang bisa memperkirakan saat ada gangguan jarak bengkel dekat dari posisi kita berada?” tutur Pung Sugiarto, Instruktur Senior Safety Driving Perusahaan Ban, di Jakarta, Senin (6/9).

Banyak ragam gangguan yang kemungkinan terjadi di jalanan saat Anda mudik. Namun, gangguan yang kerap atau umum dihadapi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh dan macet adalah ban pecah, radiator bocor, mesin overheating, lampu mati karena skring putus, serta kaca bagian dalam mobil berembun.

Lantas bagaimana cara mengatasinya? Berikut tips dari Pung:

1. Ban pecah

Bila Anda mengalami kejadian seperti ini, langkah pertama adalah jangan panik. Usahakan untuk tetap tenang sembari mengurangi kecepatan mobil secara perlahan-lahan. Jangan menginjak pedal rem secara tiba-tiba dan dengan hentakan keras. Pasalnya – bila mobil dalam kecepatan tinggi- cara seperti itu justru akan membuat mobil oleng dan terguling.

Bila mobil berhasil Anda kuasai, dan kecepatan berangsur menurun segeralah menepi ke tempat yang aman.

2. Radiator bocor

Gejala kebocoran radiator memang sulit diketahui. Umumnya, para pengemudi mengtehaui hal itu saat melaju kencang dan tiba-tiba muncul kepula asap dari balik kap mobil. Terkadang, gejala bisa diketahui saat timbul suara yang menyerupai suara seruling.

Menghadapi situasi seperti itu jangan panik. Upayakan untuk tetap tenang dan tetap konsentrasi mengendalikan mobil. Segeralah menepi dan matikan mesin mobil. Langkah selanjutnya buka kap mobil dan tunggu hingga mesin benar-benar dingin.

Setelah itu buka tutup radiator dan tuangkan cairan coolant atau air minum dalam kemasan sembari mencari bagian mana yang bocor. Bila sumber kebocoran telah ditemukan tamballah dengan lem radiator. Lem ini banyak tersedia di toko-toko onderdil.

Tunggu 20 – 30 menit untuk memastikan lem benar-benar merekat kuat, setelah itu tambahkan cairan hingga batas sesuai anjuran.

3. Mesin overheat

Akibat radiator bocor dan cairan habis mesin mengalami panas yang melebihi batas. Kondisi ini bisa mengakibatkan kendaraan mogok, bagian-bagian mesin melenting, bahkan mobil bisa terbakar. Namun, jangan panik bila menemui gejala mesin mulai memanas.

Segeralah mengarahkan mobil ke tepi jalan dan langsung matikan mesin dan langsung buka kap mobil. Tetapi ingat, jangan langsung membuka tutup radiator karena sisa cairan yang bersuhu lebih dari 100 derajat Celsius bisa muncrat tiba-tiba. Tunggulah 20 – 30 menit.

Setelah itu isilah radiator dengan cairan coolant atau air minum dalam kemasan sesuai dengan takaran atau ukuran yang dianjurkan dalam kondisi mesin dihidupkan. Pada saat bersamaan amati apakah cairan radiator kurang, bila ya segera tambahi, tetapi jangan melebihi batas maksimal.

4. Sekring lampu putus

Bila lampu tiba-tiba padam karena sekring putus, segeralah menepi. Tindakan selanjutnya, lepas terminal lampu. Kemudian sambung terminal negatif lampu ke terminal negatif aki. Begitu pun dengan terminal plus lampu ke terminal plus aki.

Oleh karena itu sangat disarankan, sebelum Anda berangkat menjalani prosesi mudik sebaiknya membawa cadangan bohlam, kabel, serta perlatan pendukung seperti obeng, tes pen, cutter, isolasi, serta gunting.

5. Kaca dalam berembun

Perjalanan mudik kali ini, barangkali Anda akan ditemani guyuran hujan. Maklum saat ini cuaca memang sulit ditebak. Saat hujan mengguyur, anda mau tak mau harus menutup kaca pintu mobil dan mengaktifkan peranti pendingin ruangan (AC). Pada saat seperti itu ada kemungkinan, tiba-tiba kaca depan berembun.

Tak usah risau bila hal itu terjadi. Bila anda membawa shampoo atau sabun colek, ambil sedikit dan letakkan di ujung lap yang telah dibasahi, tetapi jangan terlalu basah cukup lembab saja.

Setelah itu, oleskan pada bagian kaca yang berembun. Unsur kimia yang ada di shampoo atau sabun colek akan membantu menjernihkan kembali kaca mobil anda setelah bereaksi dengan udara yang disemburkan AC.

6. Saat wiper tak berfungsi

Tindakan seperti nomor 5, juga bisa Anda lakukan saat wiper atau karet penghapus air tidak berfungsi. Caranya hampir sama, tetapi sabun atau shampoo oleskan di kaca luar dengan arah melintang dari kiri ke kanan atau sebaliknya di bagian atas kaca.

Unsur kimia di sabun atau shampo, akan menggelincirkan air yang mengguyur kaca. Sehingga pandangan anda tidak akan terganggu. Karena itu, bawa sabun colek atau shampo untuk melengkapi perlengkapan mudik anda.

Itulah tips ringan yang bisa anda lakukan saat menghadapi kondisi darurat di tengah perjalanan mudik ke kampung halaman.
Read More..

Pertamina Cek Ulang Kandungan Sulfur di 10 SPBU

0 komentar
Pertamina Cek Ulang Kandungan Sulfur di 10 SPBU

Jakarta - General Motors menemukan adanya kandungan belerang atau sulfur berlebihan di 10 SPBU PT Pertamina di Jakarta. Pertamina pun akan mengecek ulang kandungan sulfur di SPBU yang sama.

Hal tersebut disampaikan Vice President Corporate Communication PT Pertamina M. Harun kepada detikOto, Senin (6/9/2010).

"Kita mengantisipasi temuan ini, kita akan uji kembali, kita akan uji di tempat kita dan kita uji di Core Lab," ujarnya dalam sambungan telepon.

Pengecekan kandungan Premium di dua laboratorium yang berbeda menurut Harun untuk mengetahui berapa perbedaan atau deviasi hasil penelitian kandungan Premium.

Pertamina, lanjut Harun, hari ini langsung mengambil sampel di 10 SPBU yang diteliti oleh GM.

Harun menuturkan sebelumnya Pertamina sendiri sudah mengetes kandungan Premium di 10 SPBU itu pada bulan Juli 2010 lalu berbarengan dengan pengujian Premium oleh GM.

Namun dari hasil pengecekan Pertamina, kandungan sulfur di 10 SPBU itu masih dalam batas normal.

"Dulu ketika dites di laboratorium Pertamina hasilnya, 0,035-0,045 % wt. Masih aman," ujarnya.

Menurut Harun perbedaan hasil analisis antara Pertamina dan GM dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain cara pengambilan sampel, metode analisis laboratorium dan yang paling penting adalah apakah untuk parameter yang diuji, laboratoriumnya telah terakreditasi atau belum.

"Karena Pertamina melakukan pemeriksaan di laboratorium yang sudah terakreditasi untuk parameter yang diuji termasuk untuk tes kandungan sulfur dan RON/oktan number," ujarnya.

Menyusul adanya temuan GM itulah, Pertamina kembali akan mengecek ulang Premium di 10 SPBU tersebut. "Hari ini langsung ambil sampel, Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini keluar hasilnya," ujarnya.

Sebelumnya produsen mobil General Motors pada bulan Juli 2010 lalu melakukan uji terhadap sampel Premium di 10 SPBU di Jakarta. Hasilnya cukup mencengangkan, seluruh sampel Premium memiliki kadar sulfur atau belerang di ambang batas.

Premium produksi Pertamina dibuktikan memiliki kadar sulfur yang kelewat tinggi, lebih tinggi dari batas yang ditentukan yakni maksimal pada 0,05 % wt, yang tertuang dalam aturan Dirjen Migas 3674K/24/DJM/2006.

Dari sampel Premium yang diambil di SPBU daerah Kebon Nanas ditemukan kandungan sulfur hingga 0,0631 % wt sementara di daerah Mampang ditemukan kadar sulfur sebesar 0,0629 % wt.

Selain di kedua tempat tadi, sampel juga diambil di daerah Cakung, Klender, Ciganjur, Bekasi Timur dan Narogong. Bensin di semua tempat ini diketahui memiliki kandungan sulfur yang sedikit di atas ketentuan yang berlaku.

Nah, yang paling tinggi kandungan sulfurnya ternyata ada di SPBU yang khusus melayani angkutan umum seperti taksi Taxiku dan Cipaganti.

Dari 3 sampel yang diambil di 3 SPBU khusus itu ditemukan kandungan sulfur yang lebih tinggi lagi yakni di sekitar angka 0,8 % wt.

Kita tunggu saja hasil dari Pertamina..
Read More..

Tips Mengemudi di Tengah Guyuran Hujan Saat Mudik

0 komentar
Tips Mengemudi di Tengah Guyuran Hujan Saat Mudik

TEMPO Interaktif,Anda bersiap untuk melakukan perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi? Bersiaplah dengan berbagai kemungkinan : mengemudi di saat cuaca kering dan basah. Pasalnya, saat ini kondisi cuaca tak menentu. Langit cerah dan sinar matahari terik, tiba-tiba berganti mendung dan hujan.

Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar kegiatan mengemudi tetap aman, nyaman dan lancar? “Kondisi mesin dan komponen penunjang keselamatan serta keamanan yang prima, maupun cara yang mengemudi yang benar adalah kunci utama,” tutur Abdul Wahid, Kepala Mekanik Auto Mekanika, Parigi, Bintaro, Ahad (5/9).

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum perjalanan mudik dimulai, diantaranya:

1. Pastikan kondisi ban
Satu hal yang harus dipastikan sebelum melakukan perjalanan adalah tekanan ban, apakah sudah sesuai dengan yang dianjurkan pabrikan? Ban yang kurang agin selain menyebabkan beban semakin berat juga menyebabkan mobil tidak lincah diajak bermanuver.
Anda juga wajib mengecek kondisi ukiran atau kedalaman tapak ban. Pasalnya, tapak ban yang baik mencegah mobil tergelincir atau slip terlebih di saat kondisi jalanan basah.
Peranti lain yang wajib mendapat perhatian adalah rem. Pengecekan di bengkel, tentunya bukan dalam kondisi basah, sehingga kondisi bisa berbeda di saat kondisi hujan.

2. Jangan mengebut
Saat air hujan tumpah dari langit dan mengalir ke jalanan banyak sekali mengangkut kotoran dan lumpur. Tak ayal jalanan pun menjadi licin dan kendaraan mudah tergelincir.
Menghadapi kondisi ini, kemudikan mobil dengan kecepatan rendah. Pasalnya di lintasan berair – terlebih campur lumpur – cengkeraman karet ban terhadap permukaan jalan juga berkurang.
Meski mobil anda telah dilengkapi fitur canggih yang bisa menyesuaikan kemampuan rem serta traksi ban dengan kondisi lintasan berair, sebaiknya jangan spekulasi.
“Dengan berjalan perlahan-lahan, maka anda akan lebih mudah menyesuaikan dengan perubahan cuaca, terutama untuk mendapatkan daya cengkeram roda lebih baik,” tutur Wahid.

3. Menghindari aliran air deras
Aliran air hujan yang deras, bisa saja jauh lebih kuat ketimbang laju mobil anda. Sehingga, gelontoran air seolah mengangkat ban mobil dari permukaan lintasan dan mengarahkan mobil ke jalur lain.

Menghadapi situasi ini, jangan langsung menginjak rem mendadak, karena mobil bisa tergelincir. Sebagai gantinya kurangi gas secara perlahan. “Bila harus menginjak rem lakukan dengan cara seperti memompa dan ulangi beberapa kali secara perlahan-lahan,” saran Wahid.
Namun, bila mobil anda telah dilengkapi dengan peranti Antilock Braking System (ABS), injak pedal rem seperti biasa dan jangan panik. Pasalnya, di saat menghadapi kondisi seperti itu, computer mobil anda secara otomatis akan melakukan mimic action.

4. Ikuti kendaraan di depan anda
Saat air menggenangi jalanan tentu akan membuat kita kesulitan melihat kondisi jalan di depan anda. Apakah berlubang, ada halangan, atau genangan air yang sulit kita perkirakan. Karena itulah, cara yang paling aman adalah melihat dan mengikuti kendaraan yang ada di depan.

5. Jaga jarak dengan kendaraan di depan
Saat hujan segala kemungkinan bisa terjadi. Mobil mogok, tergelincir, dan lain-lain. Karena itulah, sebaiknya anda menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Jagalah jarak setidaknya dua mobil sehingga terdapat raung yang cukup bila terjadi pengereman mendadak atau risiko lainnya.

6. Menyalakan lampu
Bila kondisi huajn benar-benar lebat sebaiknya menyalakan lampu, sehingga kendaraan anda bisa terlihat oleh pengemudi lain baik dari arah berlawanan maupun searah. Jangan menggunakan lampu darurat (hazard lamp) karena akan membingungkan pengemudi lain di saat anda ingin berbelok. Mereka tidak mengetahui mana lampu sein dan mana lampu darurat.

7. Jangan lupakan kondisi wiper
Meski terlihat sepele, kadang wiper dilupakan. Pastikan karet wiper masih bagus. Guyuran air hujan atau semprotan air hujan di tanah yang disemprotkan mobil lain akan mengotori kaca. Hal itu akan menggangu pandangan dan ksentrasi.
Jangan lupa campur air di tabung air yang akan disemprotkan ke kaca dengan cairan pembersih. Bila tidak ada, anda bisa menggunakan sabun colek. Oleskan sabun membentuk garis melintang dari kiri ke kanan di bagian kaca atas.
Unsur kimia sabun itu akan membuat air hujan jatuh tergilincir. Walhasil anda juga terhindar dari kaca buram.

Itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan di saat mengemudi di tengah hujan guyuran hujan. Selamat menempuh perjalanan, semoga selamat sampai tujuan.
Read More..

Ingin Mobil Irit Bahan Bakar Saat Mudik? Perhatikan Cara Ini

0 komentar
Ingin Mobil Irit Bahan Bakar Saat Mudik? Perhatikan Cara Ini

TEMPO Interaktif,Pemudik dengan menggunakan mobil pribadi pada lebaran kali ini diperkirakan mencapai 13,6 juta mobil. Bisa dibayangkan seperti apa kondisi jalanan di saat mudik nanti. Jalanan macet, sudah pasti.

Kondisi seperti itu tentu saja akan membawa dampak terhadap konsumsi bahan bakar mobil anda. Terlebih bila cara berkendara dan kondisi mesin mobil tidak mendukung usaha untuk menghemat bahan bakar.

“Karena gaya berkendara yang salah, kondisi mesin yang menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna, dan beban yang disangga mobil melebihi ambang batas merupakan penyebab borosnya konsumsi bahan bakar,” ungkap Glori Hervianto, pebalap yang juga instruktur safety riding di sebuah perusahaan ban di tanah air kepada Tempo di Jakarta, Rabu (1/9) malam.

Glori menyebut ada empat hal yang wajib diperhatikan oleh calon pemudik yang menggunakan mobil sebelum menjalani prosesi kegiatan tahunan itu, agar mobil yang digunakan irit bahan bakar.

1. Jangan menghentak gas

Baik di jalanan macet maupun di saat jalanan lengang sebaiknya jangan menginjak pedal gas dengan menghentak bila ingin menambas kecepatan mobil. Pasalnya, di saat gas dihentak maka bahan bakar yang dihisap dan masuk ke ruang bakar juga semakin banyak.

“Padahal, putaran mesin belum tinggi. Walhasil, tidak semua bahan bakar yang masuk itu terbakar atau terbuang percuima. Ini tentu pemborosan,” terang Glori.

2. Sesuaikan posisi gigi dengan putaran mesin

Hal lain yang patut diingat agar mobil tetap irit bahan bakar adalah, sesuaikan posisi gigi dengan putaran mesin. Jangan memposisikan gigi di tingkat tinggi di saat putaran mesin rendah. Sebab, dengan posisi gigi tinggi di saat putaran mesin rendah sama halnya memaksa mesin untuk mendorong beban yang lebih berat.

Bila hal itu terjadi maka tenaga yang butuhkan mesin juga semakin besar. Sementara untuk menghasilkan tenaga juga dibutuhkan bahan bakar lebih banyak. Sebaiknya rpm sesuai dengan spesifikasi kendaraan. “Dan untuk mengetahui berapa rpm masing-masing kendaraan lihat buku manual atau di brosur kendaraan. Disitu selalu dicantumkan berapa torsi maksimum dalam rpm,” terang pria yang beberapa kali memenangi reli nasional itu.

3. Ikuti gaya elang terbang

Cara berkendara yang hemat bahan bakar adalah dengan meniru gaya elang di saat terbang. Seperti diketahui, elang yang terbang hanya beberapa kali saja mengibaskan sayapnya untuk mengayuh langkah maju. Setelah itu, burung ini hanya mengepakkan sayap dan mendiamkan sayap untuk tetap maju.

“Cara seperti itu bisa ditiru untuk menghemat sedotan bahan bakar ke ruang bakar. Caranya, di saat mobil melaju di jalanan yang sedikit menurun lepaskan pedal gas dan injak pedal kopling, sehingga mobil tetap melaju kencang,” ujar Glori.

4. Periksa emisi gas buang

Langkah ini dibutuhkan untuk memastikan apakah di mesin banyak kandungan hidrokarbon (HC) serta gas karbonmonoksida (CO). Bila kandungan kedua unsure itu tinggi, maka bisa dipastikan proses pembakaran di ruang bakar tidak berjalan sempurna. Banyak bahan bakar yang dihisap ke ruang itu yang terbuang percuma.

Sehingga, konsumsi bahan bakar pun melebihi dari takaran yang seharusnya saat mesin mobil normal. Cara mengatasi hal ini adalah, dengan membersihkan mesin dari unsure itu dan mau tidak mau anda harus melakukan turun mesin.

5. Jangan membawa beban melebihi anjuran

Setiap mobil dirancang dengan memperhitungkan kapasitas atau kemampuan menyangga beban tertentu. Sehingga bila beban yang diangkut melebihi kapasitas yang seharusnya, maka tenaga yang dibutuhkan mobil juga berlipat. Akibatnya, bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan tenaga juga lebih besar.

Selain itu, bila anda ingin membawa barang bawaan dan ditempatkan diatap, sebisa mungkin barang bawaan itu tidak berpengaruh banyak terhadap aspek aerodinamika mobil. Sebab, penempatan barang yang tidak tepat akan menahan terpaan angin dan menjadikan beban yang disangga mobil semakin berat.

Bila anda ingin menggunakan arak atap atau roof rack buatan pabrik, maka pastikan bentuk dan ukuran peranti itu tidak mengurangi sifat aerodinamis.

6. Periksa tekanan angin ban

Faktor lain yang juga turut menyebabkan mobil boros bahan bakar adalah tekanan angin ban yang kurang dari ukuran yang disarankan pabrikan. Selain menyebabkan mobil berat melaju, tekanan angin yang kurang juga berpotensi menyebabkan ban pecah dan kecelakaan.

“Untuk menambah tekanan angin ban sebaiknya dilebihi sedikit antara 2 – 3 psi dari anjuran. Jangan lebih dari itu, karena bila terlalu keras justeru ban akan membal dan menyebabkan mobil tidak stabil saat digeber,” papar Glori.

Itulah beberapa tips untuk menghemat bahan bakar di kala menjalani prosesi mudik menuju kampung halaman.
Read More..
Copyright © Dealer Honda Mobil - Blogger Theme by BloggerThemes