Tampilkan postingan dengan label tips perawatan mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips perawatan mobil. Tampilkan semua postingan

AC Mobil Mau Tetap Dingin!

0 komentar
AC Mobil Mau Tetap Dingin!

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat sistem A/C (air conditioning) mobil dinyalakan dan terdengar suara'ces' panjang, tandanya freon berkurang atau habis. "Bentuk freon itu berupa cairan, tapi di dalam sistem A/C berubah jadi gas lewat proses pengembangan dengan tekanan tinggi. Saat itulah sifat zat kimia tetrafluoroethane yang dikandung menjadi lebih dingin," jelas Hendrik, pemilik bengkel spesialis A/C Vent's.

Tak ada efek buruk ke hardware A/C atau mobil saat freon habis. Sebaliknya, jika freon sampai habis berarti ada kesalahan pada hardware. "Di dalam sistem A/C, freon tak akan pernah habis. Sampai terjadi, berarti ada komponen yang bocor (biasanya pada selang, evaporator, kondensor atau sil-sil)," urai Hendrik.

Untuk menjaga kondisi komponen A/C tahan lama, lakukan pengurasan freon setahun sekali dan usahankan pakai freon asli. Ada beberapa merek freoan seperti Kalton, Klea, Duracool dan banyak lagi.

Selain melakukan perawatan setahun sekali (atau setiap 20.000 km), sisitem A/C juga butuh perawatan prevebtif agar bisa bekerja maksimal dan tahan lama.

Inilah langkah-langkah preventif 1. Putaran mesin. Jaga rpm tidak terlalu tinggi ( dibawah 4.000 rpm) saat berkendara. Karena komponen A/C tidak diciptakan untuk bergerak dalam putaran tinggi.

2.Matikan A/C. Bila mobil tidak berhenti karena macet (menunggu lebih dari 10 menit), sebaiknya A/C dimatikan. Hal ini berkaitan dengan sifat freon yang punya karakter harus senantiasa bergerak oleh sirkulasi udara.

3.Jangan terlalu lama. Freon akan menguap dan menjadi sifatnya semula (cair) bila lama tidak digunakan. Akibatnya, kapasitas bisa berkurang drastis karena rentan bikin sil-sil sambungan A/C getas.

4. Awas bau tajam. Bau yang menempel di kabin diisap kembali dan menempel di evaporator. Makin lama makin menumpuk dan menyebabkan udara berbau asam dieembus ke kabin.
Read More..

Lima Cara Mencegah Kanvas Kopling Cepat Aus

0 komentar
Lima Cara Mencegah Kanvas Kopling Cepat Aus

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah Anda pernah mengalami, saat pedal rem diinjak dalam-dalam dan gigi persneling sudah dipindah ke posisi rendah tapi mobil tidak bisa melaju kencang? Jangan terburu-buru memvonis pompa injektor kotor atau proses pembakaran tak sempurna.

Pasalnya, gejala seperti itu juga bisa menjadi pertanda pelat kopling bermasalah dan cenderung slip pada mobil transmisi manual. “Selain tuas kopling terasa alot atau susah dipindah saat ingin ganti posisi gigi, gejala kopling slip adalah tarikan mobil terasa lambat atau berat,” tutur Sunario, pimpinan bengkel Techno Auto Cars, Kebon Nanas, Tangerang, Senin (31/1).

Kopling merupakan peranti yang berfungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda saat kanvas dan pelat kopling merapat ke poros engkol mesin. Begitu pula sebaliknya, saat kanvas dan pelat kopling merenggang dari poros engkol, maka aliran tenaga tersebut terlepas.

Akibat kopling slip adalah mobil mogok di tengah jalan. Bila mobil dipaksakan terus berjalan, kanvas kopling akan rontok atau bahkan terbakar. Tentu, hal itu sangat berbahaya.

Apa penyebab utama kopling slip? “Keausan. Namun, pelat yang aus bukan semata-mata karena faktor umur, cara menggunakan peranti itu justru menjadi faktor utama,” papar dia.

Lantas, bagaimana cara menjaga agar kanvas kopling awet atau bertahan lama? Berikut tips dari Sunario :

1. Jangan menggantung pedal kopling

Biasanya, para pengemudi mobil menginjak pedal dalam posisi ketinggian setengah atau biasa di sebut menggantung kopling. Biasanya hal itu dilakukan kala jalanan macet dan mereka tidak ingin mesin mobil mati.

Tindakan menggantung kopling atau kerap menginjak pedal kopling lebih sering dilakukan saat mobil melaju di jalanan menanjak yang macet. “Injakan pedal kopling yang nanggung seperti itu akan menimbulkan gesekan yang tinggi di kanvas kopling , yang pada akhirnya mempercepat keausan,” papar Sunario.

Umumnya orang mengatakan, cara tersebut merupakan langkah yang tepat agar mesin mobil tidak mati. Pendapat itu tak salah. Hanya, cara itu menimbulkan kerugian.

2. Posisi gigi transmisi sesuai kecepatan mobil

Kebiasaan salah yang juga kerap dilakukan oleh pengemudi mobil adalah menggunakan gigi transmisi yang tak sesuai dengan kecepatan mobil. Misalnya, posisi gigi berada di empat, namun kecepatan mobil hanya 20 kilometer per jam. Begitu pula sebaliknya, mobil melaju dalam kecepatan tinggi, namun posisi gigi berada di dua atau tiga.

“Gunakan gigi transmisi sesuai kecepatan mesin, karena cara itu akan meringankan kerja kopling,” ujar Sunario.



3. Atur ketinggian pedal kopling (free play) dengan tepat

Sering kali pedal kopling terlalu tinggi, artinya pengemudi harus menginjak pedal hingga mentok ke lantai mobil namun terasa belum mentok. Kondisi seperti itu sangat tidak dianjurkan.

Namun, memposisikan pedal kopling terlalu pendek, yaitu baru diinjak sedikit sudah terasa mentok juga tidak bagus. Posisi yang ideal adalah, masih ada jarak bebas ketika pedal kopling diinjak dan kemudian dilepaskan.

Jarak bebas adalah, antara saat pedal diinjak hingga terasa menyentuh sesuatu. Untuk mengetahui ada tidaknya jarak bebas itu, cukup mudah. Rasakan, saat pedal yang diinjak (saat ganti posisi gigi) dan kemudian lepaskan perlahan-lahan injakan kaki Anda di pedal.

Bila posisi injakan masih 50 persen, tetapi laju mobil telah terasa bertambah, berarti pengaturan posisi telah tepat.

Jarak bebas tersebut sangat penting. Pasalnya, bila tidak ada, maka gesekan yang terjadi di kanvas kopling akan tinggi, meski pedal kopling tidak diinjak. Hal ini menyebabkan kanvas cepat aus, dan release bearing cepat rusak.


4. Lakukan pergantian posisi gigi dengan halus

Kebiasaan yang salah yang juga kerap dilakukan orang adalah melakukan pergantian gigi dengan cepat dan kasar. Artinya, pedal kopling tak diinjak dalam-dalam dan melepaskannya secara halus atau perlahan-lahan.

Selain menimbulkan entakan saat berpindah gigi, perilaku seperti itu juga menyebabkan gesekan keras di kanvas kopling. Akibatnya kanvas cepat aus. Bila itu terjadi, maka kemungkinan besar terjadi slip juga besar.

5. Konsultasi ke ahli

Kondisi keausan komponen mobil memang berbeda-beda. Oleh karena itu, bila kesulitan merasakan gejala-gejala apakah telah terjadi masalah di kopling atau bukan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli di bengkel.

“Sebab, masing-masing mobil juga memiliki karakter yang berbeda. Misalnya, Daihatsu Xenia 1.000 cc, bila telah berjalan 50 ribu kilometer, biasanya per atau pegas di pelat kopling aus, padahal yang 1.300 cc tidak,” terang Sunario.

Itulah beberapa cara mencegah kanvas kopling cepat aus dan menghindari kopling slip. Semoga bermanfaat.
Read More..

Cara Mudah Membersihkan Lampu Utama dan Lampu Kabut Berembun

0 komentar
Cara Mudah Membersihkan Lampu Utama dan Lampu Kabut Berembun

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah kaca lampu utama dan lampu kabut mobil Anda tiba-tiba berembun? Pada saat cuaca tak menentu, yaitu semula panas terik tiba-tiba hujan atau sebaliknya, kemungkinan terjadinya masalah itu memang sangat besar.

Selain tak sedap dipandang, keberadaan embun di kaca lampu itu juga membuat pancaran cahaya bola lampu tidak terang. Walhasil, pandangan Anda kala mengemudikan mobil di malam hari juga akan terganggu.

"Penyebab embun masuk ke lampu, selain karena seal yang sudah aus juga bisa dikarenakan soket lampu yang tidak rapat atau renggang," tutur Ali Mustafa dari Jakarta Raya Motor, Pinang, Tangerang, Selasa (1/2).

Adapun embun di lampu kabut, menurut Ali, disebabkan karena penyekat antara rumah lampu dan tabung mika penutup mengalami kebocoran. Penyebab lainnya, bohlam yang tidak menutup sempurna karena terkena guncangan saat mobil melibas jalan berlubang atau kain penutup lubang hawa untuk lampu telah rusak.

Cara untuk mengatasi masalah itu cukup mudah. Anda pun bisa melakukannya sendiri. "Memang sedikit repot, namun bila telaten dan cermat, hasil akan memuaskan," kata dia.

Lantas apa saja langkah untuk memperbaikinya? Berikut tips dari Ali :

1. Lampu utama

a. Bongkar rumah lampu

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka kap mesin mobil dan kemudian lepas baut pengunci lampu. Setelah itu, gunakan obeng minus untuk melepas karet seal di sambungan antara rumah lampu dan kaca mika.

Bila terasa sulit Anda bisa memanasi sambungan tersebut agar lem meleleh dan mudah untuk melepas sambungan. Ingat, jangan menggunakan api tetapi gunakan alat pengering rambut (hairdryer) atau alat lainnya yang menimbulkan hawa panas.

Setelah terlepas, bersihkan bagian dalam kaca mika dan rumah lampu dengan kain lembut yang kering.

Tetapi satu hal yang patut diingat jangan menjemur secara langsung tabung lampu itu. Sebab, saat terkena terik sinar matahari mika tabung itu akan menyerap hawa panas.

"Sehingga saat ditutup rapat dan lampu telah dipasang sisa hawa panas itu masih berada di dalam tabung dan akan menjadi embun lagi saat mobil cuaca mulai dingin," terang Ali.

Sebaiknya Anda meletakkan rumah lampu dan kaca mika di tempat sejuk dan kering agar keduanya benar-benar kering. Setelah itu, pasang seal baru di sambungan kaca mika dengan rumah lampu dan pasang kembali bohlam di soket. Pastikan soket telah rapat dan terpasang dengan benar.

Lampu pun siap dipasang kembali.

b. Tanpa bongkar

Namun, bila Anda yakin seal masih bagus dan tak ingin repot membongkar lampu, caranya lebih sederhana. Anda cukup mencopot soket lampu.

Setelah kaitannya terlepas, keluarkan lampu dari lubangnya. Ambil kain bersih dan kering, lilitkan pada besi atau kayu dan ikat dengan tali, setelah itu masukkan ke lubang untuk memasang soket bohlam dan gosok-gosok beberapa kali.

2. Lampu kabut atau fog lamp

Caranya hampir seperti melepas kaca mika dari rumah lampu. Langkah pertama adalah, melepas fog lamp dari dudukannya. Upaya ini memang cukup sulit karena letaknya yang agak tersembunyi. Setelah itu lepaskan lampu kabut itu dari bemper.

Langkah selanjutnya adalah memanasi sambungan batas antara rumah lampu dan kaca mika. Seperti halnya memanasi sambungan di lampu utama, jangan menggunakan api saat memanasi sambungan di lampu ini.

Cukup dengan alat pengering rambut atau alat lainnya yang menimbulkan hawa panas, kira-kira 10 - 15 menit hingga lem perekat pembatas tersebut meleleh.

Kemudian pisahkan rumah lampu dan kaca mika dan bersihkan dengan kain lembut yang kering. Bila proses pembersihan selesai sambung kembali rumah lampu dengan menggunakan seal baru tentunya.

Bila kain penutup lubang hawa lampu telah rusak, segera ganti. Kain ini banyak dijual di toko-toko onderdil.

Itulah beberapa cara gampang membersihkan lampu utama dan lampu kabut yang berembun. Semoga bermanfaat.
Read More..

Empat Langkah Perlakukan Mobil yang Lama Tidak Dipakai

1 komentar
Empat Langkah Perlakukan Mobil yang Lama Tidak Dipakai

TEMPO Interaktif, Jakarta - Anda termasuk orang yang kerap bepergian ke luar kota dalam waktu lama sehingga mobil sering tidak digunakan alias menganggur di rumah? Berhati-hatilah bila kembali akan menggunakan mobil terutama mobil yang tidak digunakan dalam waktu berbulan-bulan.

Pasalnya, mobil yang telah lama tidak digunakan ada bagian-bagian baik di mesin maupun komponen lain seperti rem, bagian kaki-kaki, bagian mesin yang mengalami perubahan kondisi.

“Sehingga perlu perlakuan khusus, terutama saat pertama kali akan menggunakannya kembali . Saat memanasi misalnya, berbeda dengan saat memanasi mesin mobil yang setiap hari digunakan,” tutur Iswandi, Service Advisor, Bintang Auto, Pondok Aren, Tangerang, Banten, Sabtu (5/2).

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan? Langkah seperti apa dalam memperlakukan mobil? Berikut tips dari Iswandi?



1. Periksa oli

Sebelum memanasi mesin mobil langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah memeriksa beberapa unsur penting bagi sistem kerja mesin. Periksalah kondisi oli, baik jumlah maupun kelayakannya.

“Pastikan jumlah oli tidak kurang dari garis batas bawah yang ada di tongkat indikator oli. Bila kurang dari batas bawah, sebaiknya Anda menambah sedikit saja,” kata Iswandi.

Hal lain yang juga patut diingat adalah, cermati apakah kondisi oli masih layak. Bila Anda mendapati oli telah mengental atau bahkan cenderung lengket dan sedikit ada unsure warna keputih-putihan seperti lemak, maka sebaiknya ganti oli.



2. Cermati kondisi cairan radiator

Pemeriksaan juga wajib dilakukan terhadap air radiator. Bila mobil tidak digunakan selama sebulan lebih, sangat dianjurkan untuk mengganti air radiator. Pasalnya, dalam kurun waktu itu kotoran yang ada di radiator – baik yang berasal dari karat di dalam peranti itu atau kotoran hasil kontaminasi unsur logam dengan cairan radiator selama mobil tidak digunakan – mengendap di dasar.

Sehingga, saat Anda bermaksud memanasi mobil dan mesin dihidupkan kotoran tersebut akan tiba-tiba terangkat ke permukaan seiring dengan memanaskan cairan itu. Walhasil, kotoran akan menyumbat saluran pedingin mesin.

“Kalau hal itu terjadi, maka mesin mengalami overheat saat mobil di jalankan kemunginan besar terjadi. Paling tidak kotoran menyebar, dan radiator akan rusak,” terang Iswandi.

Oleh karena itu bila mobil tidak digunakan lebih dari sebulan, sebaiknya mengganti cairan radiator tersebut.



3. Cek kondisi aki

Komponen lain di mobil yang juga perlu mendapat perhatian adalah aki. Bila Aki yang Anda gunakan adalah aki basah, bukalah tutup di lubang pengisian cairan dan pastikan air aki masih dalam jumlah normal.

Sangat dianjurkan untuk tidak seratus persen mengandalkan warna indikator di aki, Terlebih bila umur aki telah lebih dari setahun. Pasalnya, bisa saja telah terjadi malfungsi indikator tersebut sehingga tidak akurat.

Bila Anda menggunakan aki kering, pastikan tidak ada bagian dari aki yang berubah bentuk atau bocor. “Berubah bentuk itu maksudnya, apakah ada bagian yang menggelumbung. Karena menggelembung berarti aki telah rusak,” tandas Iswandi.

Setelah itu pastikan kabel di terminal plus maupun minus terpasang dengan baik dan kuat. Pastikan tidak ada kerak atau kotoran di terminal tersebut, serta tidak ada rembesan cairan.



4. Tak cukup hanya memanasi di tempat

Setelah melakukan pengecekan atau penggantian beberapa bagian atau zat yang perlu diganti, langkah selanjutnya adalah memanasi mobil. Namun, yang perlu dicatat, proses pemanasan mobil yang telah lama tidak digunakan berbeda dengan mobil yang saban harus dipakai.

Jangan terlalu lama memanasinya di tempat. Seabiknya mobil Anda jalankan di jalanan. Hal itu dimaksudkan agar bagain-bagian mesin dan beberapa komponen mobil yang bergerak kembali dalam kondisi prima.

Selain itu, fakta selama ini juga menunjukkan bahwa mobil yang jarang dipakai acapkali tarikan tenaganya terasa berat. “Secara teori, kondisi itu disebabkan oleh adanya pembentukan oli film atau semacam penumpukan zat atau kotoran yang membeku atau menumpuk di komponen-komponen mobil yang bergerak. Sehingga saat mobil dijalankan komponen-komponen itu seolah terganjal, tarikan mobil pun menjadi berat,” terang Iswandi.

Pemanasan dengan menjalankan mobil itu sebaiknya dilakukan saban hari, atau minimal dua hari sekali. Sehingga kondisi mobil benar-benar pulih.

Itulah beberapa cara memperlakukan mobil yang telah lama tidak digunakan. Semoga bermanfaat.
Read More..

Empat Kesalahan Saat Membeli Mobil Bekas

0 komentar
Empat Kesalahan Saat Membeli Mobil Bekas

TEMPO Interaktif, Jakarta - Membeli mobil bekas sekilas mudah sekali dilakukan. Ada uang, mobil yang menjadi incaran telah tersedia dan harga cocok, mobil pun berpindah tangan.

Hanya, setelah mobil menjadi miliknya ternyata merongrong keuangan karena tiap pekan harus ke bengkel. Bahkan, mereka yang membelinya secara kredit merasa tekor saban bulannya.

Padahal sebelum akad jual beli disepakati, mereka dengan seksama telah mensurvei harga. Bahkan, tak jarang mereka membandingkan harga di dua hingga tiga tempat. Sehingga, harga yang mereka sepakati saat transaksi adalah harga yang terbaik.

Begitu pula dengan kondisi mesin dan berbagai komponen pendukung mobil. Mulai dari kondisi cat yang masih mulus tanpa cacat, kondisi mesin dan kinerjanya, hingga pernak-pernik panel telah dicoba. Hasilnya -- saat itu -- terlihat oke. Lantas apa yang salah?

"Ada empat kesalahan yang selama ini dilakukan oleh konsumen dan jarang sekali disadari. Intinya adalah memeriksa secara seksama, rinci, dan penuh kesabaran," kata Fatoni, seorang spesialis body repair, sebuah bengkel di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/1).

Ihwal empat kesalahan itu, Toni -- panggilan Fatoni- memerinci sebagai berikut:

1. Tidak mempelajari riwayat mobil
Acap kali orang hanya melihat ciri-ciri fisik yang ada dan kerap menjadi bualan para pedagang. Umumnya mereka terbuai dengan promosi yang bombastis dari pedagang mobil bekas yang selalu menyebut bodi tanpa cacat, cat masih mulus, dan perangkat pendukung masih orisinal.

Memang, tampilan fisik mulai dari cat hingga keaslian bodi penting diperhatikan. Namun, hal yang jauh lebih penting untuk dicermati adalah riwayat mesin. Pastikan bahwa pemilik lama mobil itu rajin merawat mulai dari ganti oli, filter, hingga mengganti komponen yang rusak.

"Untuk mengetahui hal ini, mintalah buku pegangan pemilik saat mobil masih dalam masa garansi dan setelahnya. Di buku tersebut minimal Anda tahu seperti apa perlakuan pemilik terhadap mobilnya," kata Toni.

Begitu pula, pastikan mobil yang akan Anda beli itu tidak pernah mengalami tabrakan hebat atau terendam banjir. Setelah itu baru telitilah komponen-komponennya, apakah masih menggunakan komponen asli dari pabrik. Bila telah ganti, pastikan komponen tersebut bukan komponen imitasi atau kualitas dua atau tiga.

Memang, untuk mengetahui apakah mobil tersebut bekas tabrakan dan terendam banjir lumayan sulit. Oleh karena itu, ajaklah teman yang paham kondisi fisik dan mesin mobil. Bila tidak ada teman atau saudara, mintalah mekanik tepercaya untuk melakukan tugas itu.

2. Melakukan test drive sekadarnya
Kesalahan yang juga sering dilakukan calon pembeli adalah hanya melakukan tes terhadap mobil yang akan dibeli sekadarnya saja. Entah karena enggan dengan penjual atau karena memang sudah kesengsem dengan mobil yang akan dibeli, umumnya calon pembeli merasa sreg meski hanya baru beberapa ratus meter mencoba mobil.

Padahal, kerusakan atau ketidakberesan mesin mobil belum akan terasa saat mobil dijalankan dalam beberapa ratus meter. Permasalahan di mesin atau komponen lain, baru akan terlihat saat mobil menempuh beberapa puluh kilometer.

Terlebih, tak jarang oknum pedagang nakal juga menyiasati kekurangan yang ada di mobil yang dijajakannya dengan servis ala kadarnya. Mereka, umumnya berprinsip, yang penting saat dicoba atau dalam beberapa bulan masalah di mobil itu tidak terlihat.

"Karena itu lakukan tes dengan mengendarai mobil sejauh mungkin. Lebih baik Anda berkorban mengganti bahan bakar mobil tersebut ketimbang menyesal kemudian. Lakukan di berbagai lintasan," kata Toni.

3. Menuruti emosi sesaat
Disadari atau tidak, pembeli sering kali hanya menuruti emosi sesaat. Mereka umumnya langsung menjatuhkan pilihan dan menyatakan oke saat tampilan mobil yang diincarnya bagus, dan sekilas kondisi mesinnya tidak bermasalah.

Tahanlah emosi dan berpikirlah dengan kepala dingin. Renungkan kembali, beberapa hal yang menjadi pertimbangan termasuk kondisi fisik dan mesin mobil meski telah mencobanya. "Ingat-ingat kembali apakah kondisi yang ada sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Bila perlu diskusikan dengan teman, saudara, atau mekanik terpercaya yang Anda ajak," saran Toni.

Namun, Anda juga harus memiliki pengetahuan tentang seluk-beluk mobil. Meski pengetahuan itu minim, paling tidak akan membantu Anda, terutama di saat Anda mendiskusikannya dengan teman atau mekanik tersebut. Bacalah tabloid, majalah, atau situs yang memuat artikel otomotif.

4. Tidak memikirkan biaya perawatan
Kesalahan keempat berkaitan dengan ongkos perawatan dan besaran cicilan yang harus Anda bayar saban bulan (bagi yang membeli secara kredit). Hal itu sangat penting diingat. Pasalnya, membeli mobil bekas terkadang tak ubahnya membeli persoalan orang lain.

Terlebih bila mobil yang Anda beli juga mengalami masalah seperti yang disebut di nomor satu dan dua. Kerusakan seperti itu bisa terjadi di mobil bekas yang masih tergolong berusia muda sekali pun. "Apalagi bila mobil itu telah melebihi usia pakai standar, lima atau tujuh tahun. Saat itulah, merupakan waktu pengeluaran biaya bagi mobil karena kerusakan atau masalah mulai muncul di mobil," ujar Toni.

Bila Anda membelinya secara kredit, upayakan mengangsurnya dalam waktu yang lebih cepat atau tenor sependek mungkin. Pasalnya, dengan cara itu beban yang Anda tanggung saban bulan tidak akan berat jika terjadi kerusakan di mobil. Sehingga Anda pun terhindar dari kondisi yang serasa mengimpit.
Read More..

Dua Cara paling Sederhana Menghemat BBM Mobil

0 komentar
Dua Cara paling Sederhana Menghemat BBM Mobil

TEMPO Interaktif, Jakarta - Rencana kebijakan pemerintah untuk membatasi penggunaan bahan bakar Premium untuk mobil kategori tertentu dan tren kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), telah membuat para pemilik mobil melakukan inovasi guna menghemat konsumsi BBM.

Mulai dari penggunaan alat penghemat BBM di tangki mobil, di mesin, hingga mengatur ulang Electronic Control Unit (ECU) telah dicoba. Namun, semua itu harga ditebus dengan ongkos mahal. Pasalnya, biaya untuk membeli komponen serta pemasangannya juga tidak murah.

“Selain itu, sebagus apapun mesin atau secanggih apapun teknologinya tetapi bila cara berkendaranya tidak benar, tidak akan banyak berarti. Konsumsi bahan bakar tetap boros,” tutur Budi Prakoso, instruktur safety and eco driving saat ditemui di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (20/1).

Berkendara yang benar, kata Budi, sejatinya tidak sulit dan serumit yang dibayangkan orang selama ini. “Kuncinya hanya satu, lakukan pergantian gigi transmisi dengan tepat,” kata dia.

Lantas bagaimana cara untuk mengganti yang tepat itu? Langkah lain apa saja yang harus diperhatikan selain cara itu? Berikut Budi berbagi tips untuk Anda:

1. Perhatikan putaran mesin (RPM)
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memperhatikan besaran putaran mesin per menit (Rotation Per Minute/RPM), tenaga yang dihasilkan oleh mesin, serta torsinya. Pabrikan mobil umumnya mencantumkan semua indikator tersebut di buku pedoman atau buku manual mobil.

Torsi dinyatakan dalam satuan Newton meter (Nm). Biasanya, pabrikan menyebutkan, misalnya torsi maksimal 150 Nm @ 2.500 RPM. Artinya torsi maksimum tersebut telah tercapai saat putaran mesin berada di 2.500 RPM.

Agar asupan bahan bakar ke ruang bakar mesin tidak melampui takaran atau boros maka sebaiknya menjaga RPM tetap di besaran itu saat berkendara. Pasalnya, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan tenaga yang dihasilkan mesin untuk menggerakkan mobil.

Untuk mengetahui seberapa besar besaran rpm saat berkendara, perhatikan gerakkan jarum RPM yang ada di tachometer. Peranti itu biasanya berada di instrumen cluster dashboard.

2. Ikuti gaya elang terbang
Elang terbang biasanya mengepakkan sayapnya beberapa kali dan kemudian merentang sayap dan terus melayang-layang di udara. Selain untuk menghemat tenaga, cara itu juga untuk terus menjaga laju terbangnya.

“Dalam berkendara kita juga sebakinya seperti itu. Artinya jangan terus menerus menginjak gas dalam-dalam, tetapi seperlunya saja dan konstan,” tandas Budi.

Bahkan, bila jalanan menurun sebakinya lepaskan pedal gas dan injak pedal kopling. Sehingga, mobil tetap melaju meski tanpa dorongan dari tenaga dari mesin. Artinya, kita juga bisa berhemat bahan bakar.
Read More..

Cara Gampang Membersihkan Injektor Mobil

0 komentar
Cara Gampang Membersihkan Injektor Mobil

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah mesin mobil Anda sering sulit dinyalakan? Atau konsumsi bahan bakarnya lebih boros dibanding biasanya, dan suara menjadi kasar? Hati-hati, semua gejala itu merupakan tanda peranti injektor mobil bermasalah. “Injektor merupakan perangkat yang berfungsi untuk menyemburkan bahan bakar ke ruang bakar mesin,” tutur Kurniadi, spesialis injektor Rahmat Motor, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis (13/1).

Injektor yang bersisi solenoid untuk membuka tutup jarum dan digerakkan oleh elektromagnet tidak dapat mengirim pulsa ke sensor Electronic Control Unit (ECU) sesuai dengan takaran semestinya. Ukuran ketepatan campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar dinyatakan dalam ukuran 1.0 atau Lambda 1.0. Ukuran itu bisa diketahui melalui stoichiometer. “Bila kurang dari itu, berarti proses pembakaran tidak sempurna,” terang Kurniadi.

Lantas apa saja permasalahan yang kerap terjadi di peranti itu? Bagaimana cara untuk memperbaikinya? Kurniadi berbagi tips untuk Anda.

1.Semburan bahan bakar lemah

Tidak kuatnya semburan bahan bakar dari injektor ke ruang bakar itu dikarenakan jarum injektor tersumbat kotoran. Partikel berukuran kecil yang menyumbat jarum itu, bisa berasal dari bahan bakar yang tempat penampungannya di Stasiun Pompa Bahan Bakar Umum (SPBU) kurang bersih. Bahkan, kotoran bisa berasal dari tangki bahan bakar di mobil yang mengalami korosi karena proses senyawa kimia saat tangki kosong dalam waktu cukup lama.

Ukuran partikel itu memang kecil, sekitar 10-30 mikron sehingga saringan bahan bakar kerpa tidak mampu menyaringnya. Meski sangat kecil, namun keberadaannya cukup mengganggu kinerja injektor, terlebih bila kotoran itu terus bertambah dari waktu ke waktu.

2.Injektor bocor

Kebocoran yang dimaksud disini adalah, jarum peranti itu tidak bisa menutup rapat setelah selesai menyemburkan bahan bakar. Akibatnya, bahan bakar masih menetes di ruang bakar. Walhasil, busi basah dan perhitungan Lambda tidak akurat, sehingga mesin sulit dinyalakan. “Satu hal yang perlu diketahui, semburan bahan bakar ke ruang bakar mesin oleh injektor itu berwujud kabut,” jelas Kurniadi.

3. Cara memperbaiki
Menurut Kurniadi, ada dua cara yang bisa dilakukan pemilik mobil untuk mengatasi persoalan ini.

a. Cara mempercepat putaran mesin
Cara ini cukup sederhana dan bisa Anda lakukan sendiri. Caranya, aktifkan mesin mobil. Setelah itu, injak pedal gas dalam-dalam hingga ke titik maksimal. Lakukan hingga empat atau lima kali dan setiap kali menginjak pedal gas sebaiknya ditahan 1-2 menit.

Kurniadi menyebut, di saat putaran mesin tinggi (sekitar 5.000 rpm), maka semburan bensin juga kuat. Pada saat itulah, kotoran di ruang bakar dan klep akan terdorong keluar. Namun bila cara ini tak mempan Anda boleh mencoba cara kedua, yaitu menggunakan cairan pembersih.

b. Menggunakan cairan pembersih
Pembersihan injektor dengan cara ini ada dua. Pertama, langsung di mobil. Kedua, injektor dilepas dan menggunakan ultrasonic.

Cara pertama, tangki diisi cairan pembersih (injector cleaner) untuk menghilangkan air, belerang, atau jamur yang mungkin ada di peranti itu. Cairan tersebut bisa Anda beli di toko onderdil mobil.

Cara kedua, injektor dilepas dan kemudian diuji dengan alat khusus ultrasonic. Alat tersebut untuk mengetahui debit bahan bakar, pola semburan bahan bakar, ada tidaknya kebocoran di jarum injektor. “Setelah hasil pengujian diketahui, kemudian dilakukan proses pembersihan,” kata Kurniadi. Biaya untuk pengujian dan pembersihan injektor itu diperkirakan mulai Rp 200 – 700 ribu.
Read More..

Lima Komponen Penting AC Mobil yang Wajib Dipahami

0 komentar
Lima Komponen Penting AC Mobil yang Wajib Dipahami

TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang teman bercerita pengalaman pahitnya saat peranti pendingin ruangan (AC) mobilnya bermasalah dan membawanya ke bengkel. Bukan persoalan penyakit di AC yang membuatnya kesal, tetapi justru perilaku oknum bengkel nakal yang mengelabuinya.

Dia mengaku memang awam soal AC, kendati telah memiliki kendaraan roda empat itu hampir lima tahun. Sehingga, meski yang rusak hanya dryer AC ia mengaku manut saja saat oknum nakal di bengkel itu menyarankan mengganti beberapa komponen.

Beberapa juta rupiah pun harus ia keluarkan dari dompet. "Setelah tanya ke teman yang paham, ternyata hanya dyer saja yang tersumbat. Ternyata komponen yang lain tidak bermasalah. Itulah yang membuat saya jengkel," kata dia.

Tentu Anda tidak ingin melakoni kisah pahit itu kan? Lantaran itulah memahami jenis komponen, fungsi, kemungkinan permasalahan yang timbul, serta cara mengatasinya adalah hal yang wajib.

"Memahami komponen dan beberapa masalah yang mungkin terjadi bukan hanya untuk antisipasi dikelabui oknum bengkel nakal, tetapi juga untuk merawat AC. Itu penting," tutur Sutio, spesialis AC Surya Technic, Kebon Nanas, Cikokol, Tangerang, Sabtu (8/1).

Menurut Sutio bila kerusakan di salah satu komponen AC tak segera diperbaiki maka kerusakan akan merembes ke komponen lain dan merata. Bila hal itu terjadi, maka bersiap-siaplah merogoh kantong Anda dalam-dalam, karena biaya yang dibutuhkan juga tak kecil.

Lantas apa saja yang harus dipahami? Berikut tips dari Sutio :

1. Kondensor
Komponen ini berfungsi untuk mengubah freon dari gas ke cair sekaligus mendinginkannya dibantu kipas mesin atau kipas elektrik plus udara dari depan saat mobil berjalan.

Untuk membersihkannya, semprotkan air dengan kencang di saat Anda mencuci mobil. Sebab kondensor biasanya banyak dihinggapi debu atau kotoran lainnya.

Bila kotoran atau debu itu dibiarkan dan mengeras bisa mengakibatkan karat atau keropos sehingga kondensor bocor.

Masih di bagian kondensor, jangan lupa untuk memastikan kipas berfungsi dengan baik. Peranti yang berada persis di depan kondensor itu sangat vital meski bentuknya sepele.

Pasalnya kipas yang tidak berfungsi akan menyebabkan tekanan panas yang tinggi. Akibatnya bisa meledak.

Permasalahan yang kerap muncul adalah kebocoran. Cara untuk mengatasi tambal dengan las aluminium atau ganti baru.

2. Kipas kondensor
Perangkat ini bertugas mengalirkan udara agar kondensor mampu mendinginkan refrigerant yang panas di dalamnya. Di beberapa mobil, kipas ini menyatu dengan kipas pendingin mesin.

Permasalahan yang kerap timbul adalah putaran kipas melemah. Satu di antara cara untuk mengatasinya, memeriksa sistem kelistrikan AC. Bila ternyata masih bagus berarti motor listriknya bermasalah. "Motor harus diganti," kata Sutio.

3. Kompresor
Sesuai dengan namanya, peranti ini berfungsi untuk memberi tekanan tinggi ke freon agar mengalir ke sistem AC.

Kerusakan yang biasa terjadi di kompresor adalah seal dan gasket yang yang mulai getas. Kerusakan lainnya adalah tekanan atau kompresinya yang lemah seiring dengan usia komponen.

Cara untuk mengatasinya, servis seal atau kompresor. Bila sudah rusak lebih baik ganti dengan komponen baru. Pasalnya, bila tidak diganti, kerusakan akan merembet ke komponen lain. Sebab sistem kerja AC tidak stabil sehingga komponen lain memiliki beban lebih berat dan rusak.

4. Dryer
Komponen ini merupakan saringan refrigerant yang berfungsi untuk menjaga kebersihan refrigerant dan tidak membuat komponen lain mampat. Biasanya komponen ini tersumbat.

Gejala kerusakan bisa dideteksi bila Freon tidak mengalir. Untuk mengetahuinya, lihat melalui kaca di bagian atas botol dryer atau pada saluran tekanan tinggi.
Cara untuk mengatasinya, ganti dengan dryer baru.

5. Evaporator
Peranti ini bertugas sebagai perantara refrigerant dengan udara. Dengan kata lain, evaporator berfungsi menghantarkan udara dingin ke dalam kabin. Bila evaporator kotor maka hembusan blower AC akan terhambat. Walhasil udara pun tak dingin.

Masalah yang kerap timbul adalah kebocoran. Cara untuk mengetahui kebocoran memang cukup rumit, Anda harus membongkar dan mengalirkan tekanan udara serta merendamnya di air. Bila timbul gelembung, berarti ada kebocoran.

Anda bisa meminta spesialis AC untuk menambalnya dengan las alumunium, atau menggantinya. Namun yang patut diingat harga peranti ini cukup mahal.
Itulah beberapa komponen terpenting dari AC dan cara kerja serta kemungkinan kerusakan yang terjadi.

Namun, masih banyak yang harus diperhatikan agar AC tidak rusak misalnya tidak terlambat mengisi Freon, membersihkan kisi-kisi AC, hingga membersihkan komponen yang ada.

"Satu hal lain yang juga patut diperhatikan adalah jangan merokok di dalam mobil, meskipun AC dimatikan dan jendela dibuka," wanti-wanti Sutio.

Pasalnya, abu rokok yang Anda hisap bisa saja beterbangan terbawa angin dan akhirnya hinggap di bagian evaporator. Selain abunya menyumbat, nikotinnya juga melekat di bagian AC sehingga menimbulkan aroma tak sedap.
Read More..

Enam Kesalahan Penyebab Biaya Operasional Mobil Boros

0 komentar
Enam Kesalahan Penyebab Biaya Operasional Mobil Boros

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagian besar orang berpendapat menggunakan mobil sebagai sarana transportasi untuk menunjang kegiatan sehari-hari , mulai dari pergi pulang ke tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, berbelanja, berwisata dan lain-lain sangat membutuhkan ongkos yang besar. Kendati demikian, orang masih tetap saja menggunakan alat transportasi ini dengan alasan kenyamanan.

Namun, sejatinya, biaya operasional menggunakan mobil tidak akan sebesar yang dibelanjakan mana kala cara memperlakukan dan menggunakan mobil sesuai dengan kaidah.

“Selama ini orang tidak mempedulikan cara memperlakukan mobil dengan benar. Begitu pula saat mengemudikannya,” tutur Edi Sujatmiko, instruktur safety riding di salah satu Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil di Jakarta, Selasa (4/1).

Jatmiko menyebut setidaknya ada enam kesalahan yang sering dilakukan orang sehingga menyebabkan membengkaknya biaya operasional mobil miliknya. Apa sajakah kesalahan itu? Berikut keenamnya :

1. Menggunakan Bahan Bakar Tidak Sesuai Anjuran

Ada dua kekeliruan yang kerap dilakukan seseorang saat mengisi bahan bakar mobil mereka yang tidak sesuai anjuran pabrikan. Pertama, bila produsen mobil telah menganjurkan agar mobil diisi dengan bahan bakar dengan kadar oktan (RON) dengan tingkatan tertentu, maka sesekali mengisinya dengan bahan bakar dengan tingkat RON lebih rendah dari itu.

“Selain menyebabkan boros karena proses pembakaran tidak sempurna, mesin juga cepat rusak. Sehingga dana yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Sekali mesin rusak bersiaplah sering ke bengkel,” papar Jatmiko.

Begitu pula sebaliknya. Bila pabrikan menganjurkan mobil cukup menggunakan bahan bakar dengan RON rendah maka gunakanlah bahan bakar dengan spesifikasi tersebut.

Jangan menghamburkan uang dengan membeli bahan bakar RON tinggi, toh tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap kinerja mesin. Pasalnya, pabrikan telah menyesuaikan dan merancang karakter mesin mobil bersangkutan dengan bahan bakar dengan RON yang dianjurkan itu.

“Tetapi pilihlah bahan bakar yang kadar timbalnya rendah,” pesan Jatmiko.



2. Cara Mengemudi Tidak Sesuai Kaidah

Hampir setiap orang di Indonesia mengemudikan mobil tidak sesuai dengan kaidah, misalnya kerap menginjak pedal gas, terlampau sering mengerem, menggeber mobil dengan kecepatan yang tidak konstan, hingga cara menikung yang terlampau lebar melewati garis luar badan jalan.

Semua perilaku itu menyebabkan bensin boros. Perlu dicatat, saban kita menginjak pedal gas dengan tiba-tiba saat itulah semburan bahan bakar semakin deras. Begitu pun di saat sering mengerem dan menginjak pedal gas.


3. Malas Tune-up

Kesalahan lain yang juga kerap dilakukan adalah malas tune-up. Mengkondisikan semua komponen mesin siap untuk bekerja atau biasa disebut tune-up adalah wajib hukumnya.

Memang tidak harus saban akhir pekan atau bulan mobil dibawa ke bengkel, tetapi bisa dua atau tiga bulan sekali. Tujuannya agar semua komponen mesin berfungsi dengan baik. Sebab, bila satu di antara merek bermasalah dan tidak segera dibenahi akan merembet ke yang lain.

Selain itu, mesin yang tidak di tune up lebih boros 10 – 15 persen dibanding yang rajin tune up. Sekilas memang butuh tambahan biaya untuk tune up. Tetapi bila dihitung secara cermat akan terlihat, mobil yang rajin tune up pengeluaran ongkos operasionalnya jauh lebih murah.


4. Mengabaikan Tekanan Angin Ban

Kesalahan yang juga sering terjadi adalah, tidak mengindahkan tekanan angin sesuai anjuran produsen. Semakin berat ban karena tekanan anginnya kurang dari standar maka semakin besar tenaga yang harus disemburkan mesin untuk mendorong mobil.

“Makin besar tenaga berarti bahan bakar yang dibutuhkan juga makin banyak,” terang Jatmiko.


5. Membawa Barang di Roof-rack atau Roof-box

Menyimpan barang bawaan di atap mobil baik yang ditempatkan di roof rack maupun roof box akan mengurangi sifat aerodinamis mobil. Tumpukan barang atau keberadaan roof box akan menghadang angin. Walhasil, beban yang harus disangga mobil pun semakin berat.

Seiring dengan makin beratnya beban , maka tenaga yang dibutuhkan mesin untuk membawa mobil melaju juga semakin besar. Ingat, semakin besar tenaga yang dibutuhkan maka semakin besar pula bahan bakar yang dibutuhkan.


6. Terlalu Lama Memanaskan Mesin

Kebiasaan salah yang selama ini kita lakukan adalah memanaskan mesin mobil hingga berpuluh-puluh menit. Dalih yang biasa disodorkan antara lain, agar oli di mesin bisa mencair dan melumasi semua komponen, serta proses pembakaran di mesin lebih sempurna.

Mungkin, beberapa puluh tahun lalu cara seperti itu benar. Namun, saat ini hampir semua pabrikan telah merancang mobil produknya tidak membutuhkan proses pemanasan mesin berlama-lama. Cukup tiga hingga lima menit mobil sudah siap.

Sehingga, memanaskan mobil berlama-lama berarti membuang bahan bakar dengan percuma.
Read More..

Empat Cara Mudah Menjaga Kenyamanan Suspensi Mobil

0 komentar
Empat Cara Mudah Menjaga Kenyamanan Suspensi Mobil

TEMPO Interaktif, Jakarta - Satu di antara beberapa bagian mobil yang kerap menjadi ukuran kenyamanan dan keamanan mobil adalah sistem suspensi. Maklum, bagian ini tidak saja menjadi titik tumpu antara roda dengan bobot mobil, tetapi juga bertugas meredam guncangan, getaran, bahkan meredam tingkat kebisingan di ruang kabin kendaraan.

“Selain itu, sistem suspensi juga berkaitan dengan keamanan mobil saat dikendarai. Shockbreaker yang lemah mengakibatkan bodi kendaraan limbung saat melaju. Kestabilan berkurang,” papar Rusdianto, pemilik bengkel Persada Sakti, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin (27/12).

Suspensi sendiri terdiri dari beberapa bagian yaitu pegas atau per, shock absorber, bushing arm, tierod dan ball joint. Setiap bagian memiliki fungsi tersendiri namun saling berkiatan satu dengan yang lain.

Sehingga, bila satu diantara bagian tersebut rusak atau tidak berfungsi dan tidak segera diperbaiki maka akan mempengaruhi kinerja bagian lain. Walhasil, kerusakan pun merembet kemana-mana. Jika hal itu terjadi, bukan hanya performa mobil yang terganggu tetapi juga membutuhkan biaya yang tidak kecil.

Lantas apa fungsi masing-masing komponen? Bagaimana cara mengenali kondisi yang telah rusak? Bagaimana cara untuk merawat atau memperbaiki? Rusdianto berbagi tips untuk Anda:

1. Shockbreaker
Peranti ini bertugas untuk meredam guncangan di saat mobil melaju dan melibas berbagai kondisi lintasan. Shockbreaker yang terbuat dari baja itu bertugas membantu pegas atau per untuk menopang bobot mobil berikut muatan yang diangkutnya.

Komponen ini terbuat dari baja sehingga memiliki daya tahan dan kekuatan lebih. Namun shockbreaker akan aus seriring dengan waktu atau masa pemakaian serta penggunaan yang tidak tepat.

Bila sering menahan guncangan dengan beban berlebihan, daya tahan shockbreaker akan berkurang dan lemah. Bila hal itu terjadi, maka mobil akan terasa limbung saat dikendarai terutama saat melaju kencang.

Cara yang paling gampang untuk mengatasi hal ini adalah membeli shockbreaker satu set. Upayakan menghindari lintasan berlubang dengan diameter dan kedalaman yang bersar. Bila Anda terpaksa harus melewatinya, usahakan laju mobil sangat lambat.

Kebiasaan lain yang harus dihindari adalah, membawa muatan dengan berat yang berlebihan sesuai kapasitas mobil. Selain itu usahakan rajin membersihkan kotoran yang menempel di kisi-kisi karena akan mempercepat keausan piston shockreaker.

2. Bushing arm
Komponen ini berupa karet suspensi yang terletak di titik tumpu antara roda dan lengan pencengkeramnya. Bushing bertugas meredam getaran pada sambungan antar komponen suspensi dari logam tersebut.

Bila mobil kerap melibas jalanan berlubang atau jalanan rusak, beban yang ditopang peranti ini juga makin berat. Bila hal itu terjadi secara terus menerus dan dalam waktu lama, maka bushing akan cepat aus.

Kerusakkan pada bushing tidak hanya menyebabkan suara berisik tetapi juga mempengaruhi kenyamanan pengendalian mobil.

Cara untuk mencegah kerusakkan peranti itu adalah, hindari jalanan berlubang atau melibasnya dengan kecepatan tinggi. Upayakan agar tidak membawa beban terlalu berat.

3. Tierod dan Balljoint
Tierod, end tierod dan balljoint dibuat dari bahan logam memiliki fungsi meneruskan gaya belok dari kemudi ke roda-roda. Sedangkan balljoint berguna untuk menopang knuckle arm.

Bila peranti itu telah aus atau rusak akibat sebab-sebab lain, maka kenyamanan berkendara juga akan terganggu. Mobil sulit dikendalikan, bahkan bila dikendarai dalam kecepatan tinggi akan membahayakan karena kestabilan juga terganggu.

Lantaran itulah, pastikan komponen tersebut masih dalam kondisi bagus. Anda bisa melakukan pengecekan kondisi komponen ini di rumah. Caranya, dongkrak roda bagian depan dan mintalah bantuan orang lain untuk menahan kemudi agar roda tidak bergerak, lalu goyang-goyang roda kea arah dalam dan keluar secara bergantian beberapa kali.

Bila terasa oblak atau seperti ada guncangan tidak stabil berarti komponen tersebut bermasalah.

Cara lainnya, dengan mengamati bentuk atau ciri fisik komponen itu. Ketiganya dibuat dari logam sehingga bila Anda menemukan bagian komponen itu tidak halus atau ada bekas gesekan antar bahan dari logam berarti telah rusak.

Pencegahan agar komponen ini tidak cepat rusak adalah menghindari jalanan berlubang saat mobil melaju di kecepatan tinggi, hindari mengangkut beban berlebihan, serta membersihkan dari kotoran. Upayakan setiap kali mencuci mobil menyemprot bagian yang berkaitan dengan peranti tersebut dengan tekanan air tinggi.

4. Lakukan spooring balancing
Selain melakukan pencegahan dan perawatan komponen suspensi, satu hal yang juga harus Anda lakukan adalah melakukan spoooring balancing roda mobil.

Fungsi spooring dan balancing adalah menjaga kestabilan roda mobil. Bila roda stabil dan seimbang di keempat bagian maka beban yang harus disangga oleh komponen suspensi juga seimbang dan sesuai dengan porsinya. Bila hal itu terjadi, maka kemungkinan komponen bermasalah juga kecil.

Selain itu, dengan melakukan spooring dan balancing kenyamanan Anda berkendara juga terjaga.
Read More..

Yuk, EcoDriving Agar Hemat BBM

0 komentar
Yuk, EcoDriving Agar Hemat BBM

Jakarta - Harga BBM makin mahal, belum lagi nanti mobil pribadi dilarang 'meminum' Premium, maka tak ada salahnya jika kita mengendarai mobil dengan cara elegan agar mobil irit BBM. Ada triknya. Seperti apa?

Seperti dikutip situs resmi EcoDriving USA, (situs yang diluncurkan oleh Gubernur California Arnold Schwarzenegger dan Gaikindo-nya AS), ada beberapa praktik EcoDriving yang bisa diterapkan pengendara mobil.

1. Tentunya harus dimulai dari diri Anda sendiri. Yakini diri Anda bisa mengurangi penggunaan BBM dan mengurangi emisi. Mulai lah menginjak pedal gas dengan lembut seperti menginjak bulu. Dengan menerapkan cara ini, penggunaan BBM bisa dikurangi hingga 15 persen.

2. Hindari melakukan akselerasi dan berhentik mendadak. Akselerasi dan pengereman yang pelan bisa menghemat penggunaan bensin hingga 33 persen, dan tentunya menghemat uang.

3. Usahakan tetap melaju ketika macet. Pelan tetapi melaju lebih baik ketimbang stop and go ketika mobil mengalami kemacetan. Untuk menggerakkan kendaraan dari posisi berhenti dibutuhkan lebih banyak energi. Faktanya BBM lebih boros 20 persen untuk melajukan mobil dari posisi berhenti. Jadi upayakan mobil terus melaju meski hanya di bawah 10 km per jam.

4. Menggunakan AC pada kecepatan tinggi. Tak dipungkiri menggunakan AC akan membuat bensin boros. AC bisa menghabiskan bensin di tanki hingga sekitar 4 liter untuk mendinginkan mobil saja. Yang patut dicatat, jangan membuka jendela mobil. Berkendara dengan jendela mobil terbuka akan mempengaruhi aerodinamisasi mobil yang akhirnya membuat mobil boros.

Apa yang harus dilakukan? Ketika berkendara di kecepatan rendah, membuka jendela mobil sah-sah saja. Dalam kecepatan tinggi di atas 80 km per jam, jendela mobil yang terbuka akan membuat mobil lebih boros ketimbang AC. Jadi tutup kaca mobil Anda dan nyalakan AC. Jangan lupa memakai sistem sirkulasi udara dalam kabin atau recycle inside air. Ini lebih baik ketimbang menggunakan udara panas dari luar mobil yang akhirnya memberatkan kinerja AC dalam mendinginkan udara.

5. Mempertahankan kecepatan optimum di jalan tol. Mengendarai mobil di jalan tol dengan kecepatan di atas 100 km per jam akan membuat boros BBM. Tetapi mempertahankan kecepatan di 100 km per jam dapat memperbaiki konsumsi BBM hingga 7-23 persen.

6. Memakai Cruise Control. Fitur baru di mobil modern yang mempertahankan kecepatan dengan konstan. Cruise control bisa meningkatkan efisiensi kendaraan hingga 7 persen.

7. Rencanakan perjalanan. Rencanakan perjalanan Anda melalui sistem navigasi untuk mencari rute terpendek.

8. Hindari idling. Sebuah mobil bisa menghabiskan 1,5 liter bensin untuk setiap jam mobil dalam keadaan idle. Jika Anda tidak sedang menurunkan penumpang di mal atau di gedung, sebaiknya mesin mobil dimatikan saja. Dengan teknologi mobil terkini, mematikan dan menyalakan mesin mobil makin mudah. Jadikan sebuah kebiasaan untuk mematikan mobil ketika terjadi antrean panjang.

9. Mempertahankan suhu mobil. Ketika suhu di dalam kabin mobil panas, AC akan bekerja lebih keras dan itu artinya bensin lebih banyak terbuang. Dengan memarkirkan mobil di tempat teduh akan mengurangi penggunaan AC ketika mobil dipakai.

10. Tak perlu lama-lama memanaskan mobil. Mobil-mobil keluaran kini sudah tak perlu lagi untuk dipanaskan sebelum dikendarai. Meski pun mesin dalam keadaan dingin pada pagi hari, menyalakan mesin 30 detik sebelum mobil melaju sudah cukup untuk memanaskan kendaraan Anda.
Read More..

Cara Mudah Meningkatkan Performa Mobil Bermesin Diesel

0 komentar
Cara Mudah Meningkatkan Performa Mobil Bermesin Diesel

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mobil bermesin diesel kerap dinilai kurang bertenaga. Akselerasinya pun dianggap tak segesit mobil bermesin bensin. Tak hanya itu. Para mekanik pun kerap mengaku kesulitan untuk melakukan tuning mesin deisel untuk mendapatkan performa mesin yang benar-benar tokcer. Tapi itu dulu. Pasalnya, saat ini pabrikan produsen bermesin disel juga melakukan sejumlah terobosan dengan menggunakan turbocharger atau supercharger dengan teknologi yang terus disempurnakan.

Hanya, karena teknologinya yang khas maka perawatan khusus juga harus dilakukan terhadap mesin disel. “Kuncinya harus rajin perawatan pompa injeksi, injektor, serta filter udara yang harus dibersihkan atau diganti,” papar Khairul Azhar, Mekanik Berkah Motor, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (22/12).

Menurut Khairul, pentingnya tiga komponen itu karena mesin diesel memiliki karakter khas yaitu pembakaran dalam. “Proses pembakaran terjadi setelah bahan bakar yang dinyalakan oleh gas yang bersuhu suhu tinggi dikompresi oleh piston yang merapat, bukan oleh alat lain atau busi pada mesin bensin,” ujar dia.

Bahan bakar disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nosel supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran tersebut menyala dan membakar dengan cepat dan menghasilkan tenaga.

Itulah sistem kerja mesin disel yang mengandalkan semburan bahan bakar dan udara. Lantaran itulah untuk menjaga maupun meningkatkan tenaga mesin disel ada beberapa hal yang bisa dilakukan :

1. Kalibrasi pompa injektor

Pompa injektor memiliki peran vital dalam proses penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar. Semakin sempurna semburan yang dihasilkan maka semakin sempurna pula proses pembkaran dan sebaliknya.

Namun, seiring dengan waktu dan penggunaan yang terus menerus maka performa peranti ini mengalami penurunan. Oleh karena itu lakukan kalibrasi atau penyetelan ulang.

Cara itu bertujuan untuk mengatur kembali semprotan bahan bakar agar lebih maksimal. Selain itu, kalibrasi juga mengatur pasokan bahan bakar ke ruang kompresi melalui nosel.


2. Atur ulang kerapatan waktu injeksi
Selain menyetel ulang pompa injeksi, perlu juga dilakukan penmabahan sinyal secara elektronik di pompa bahan bakar. Hal itu dimaksudkan agar pasokan bahan bakar ke ruang injeksi juga optimal seiring dengan telah dikalibarsinya peranti tersebut.

Caranya, dengan memajukan waktu (timing) injeksi. Langkah ini juga berguna untuk mengurangi terjadinya angin palsu. Setelah itu atur klep supaya lebih rapat.


3. Setel turbo, turbin, dan intercooler.

Bila mobil telah menggunakan teknologi commonrail dan dilengkapi peranti turbocharger/supercharger dan intercooler, maka wajib dilakukan penyetelan perangkat tersebut.

Turbocharger atau supercharger disetel ulang untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar. Caranya meningkatkan kinerja turbin, karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger.

Begitu pun dengan intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Tujuannya agar udara dingin yang masuk ke ruang bakar lebih banyak. Bila hal itu terjadi, maka proses pembkaran juga akan berlangsung dengan sempurna.


4. Bersihkan atau ganti filter

Seperti diketahui, proses pembakaran di ruang bakar mesin sangat membutuhkan pasokan udara. Semakin banyak oksigen, maka semakin sempurna pula proses pembakaran, dan sebaliknya.

Lantaran itulah, peranan filter udara sangat memengang peranan penting. Usahakan menggunakan filter udara yang minim hambatan. Anda bisa menggunakan filter udara model open air.

Hal itu dimaksudkan agar pasokan udara juga bisa mengimbangi semburan bahan bakar yang semakin cepat seiring dengan telah dikalibrasinya pompa bahan bakar serta dipercepatnya waktu penyemprotan bahan bakar. Jangan lupa rajin membersihkan peranti itu secara teratur.


5. Tambahi peranti maximize/piggybcak

Bila Anda masih merasa kurang yakin dengan car-cara itu, bisa juga menggunakan maximize atau piggyback. Peranti itu kini sudah banyak dijual di pasaran. Harganya pun bervariasi.

Hanya, konsultasikan ke ahlinya bila ingin menggunakan peranti tersebut. Cermati keuntungan dan kerugian menggunakan peranti itu, berikut cara pemasangan yang benar dan aman.
Read More..

Mari Membersihkan Velg Mobil

0 komentar
Mari Membersihkan Velg Mobil

JAKARTA, KOMPAS.com — Velg mobil berdesain jari-jari cukup indah dilihat dan cenderung tidak membosankan. Namun, sangat sulit saat membersihkannya lantaran mempunyai celah yang sulit dijangkau dengan jari tangan. Enggak usah pusing, ikuti langkah-langkah melenyapkan kotoran velg itu di bawah ini.

1. Jangan mencuci velg saat mobil baru digunakan. Sebab, velg yang masih panas akan menimbulkan jamur jika langsung disiram air. Sebaiknya tunggu sampai dingin.

2. Pastikan ruang dalam fender bersih (dibersihkan dulu) agar kotorannya tidak jatuh dan menempel ke velg.

3. Setelah itu, baru giliran velg. Setelah disiram, gunakan sampo atau cairan khusus. Untuk yang berwana krom, pakai cairan khusus krom untuk menghindari risiko lapisan mengelupas.

4. Untuk sudut yang sulit dijangkau, gunakan kuas atau sikat gigi. Jika masih terdapat noda membandel, maka sebaiknya bahasi dulu velg dan diamkan beberapa saat, baru kemudian dibersihkan.

5. Jika terdapat "emas hitam" (aspal), maka noda ini biasanya tidak mempan jika dihilangkan hanya dengan sampo. Untuk itu, bisa pakai bensin atau minyak tanah. Selanjutnya, bersihkan velg dengan bantuan kompon agar bensin tidak meninggalkan noda.

6. Yakin sudah bersih? Keringkan velg dengan lap chamois.

Khusus untuk velg krom, jika ingin benda ini kinclong, maka ditaburilah bedak, kemudian digosok dengan lap bersih. Anda juga bisa menggunakan wax khusus warna krom.
Read More..

14 Tanda Audio Mobil Bermasalah

0 komentar
14 Tanda Audio Mobil Bermasalah

JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem audio mobil yang di dalamnya terdapat komponen elektronika dan instalasi pasti mengalami proses penurunan kualitas. Bahkan, bukan tidak mungkin terjadi kerusakan pada bagian itu akibat cara pakai yang kurang tepat sampai kelemahan pada produknya sendiri.

Ada 14 tanda yang bisa dikatakan masalah pada sistem audio, seperti disampaikan Andreas Tjahjadi (instalatur Audio Plus di Jakarta Barat), Erwin (instalatur Radius Mobile Works), dan Hongyono Chandra (instalatur audio Prisma di Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan).

1. Tegangan aki drop karena kapasitas air aki berkurang. Masalah itu bisa juga terjadi karena terminal pengisian (ground) longgar atau pengisiannya kurang. Akibatnya, suplai listrik terganggu.

2. Terminal/kepala aki berkerak menyebabkan kurangnya tegangan dan bisa bikin sistem terganggu. Selain itu, sekring utama (main fuse) meleleh karena pengaruh panas kompartemen mesin akibat bagian pelindung yang juga meleleh.

3. Kerusakan pada pemutar CD. Hal ini ditandai dengan proses membaca CD yang agak lama, bahkan cenderung diam (atau skip) sebelum masuk ke track lagu. Masalah tersebut dipicu pemakaian CD yang ketebalannya tidak sesuai standar.

4. Tombol volume. Head unit kadang berfungsi, kadang tidak. Jika demikian, maka hal itu ditengarai oleh adanya kabel fleksibel yang putus di dalam.

5. Kabel ground RCA putus di bagian dalam head unit. Ini membuat gejala storing (noise) muncul dari speaker.

6. Bunyi sember (kresek-kresek) di speaker. Ada kotoran masuk di antara voice coil dan magnet.

7. Suara pincang. Suara lebih berat ke salah satu sisi karena salah satu speaker midrange atau tweeter mati. Penyebabnya, solderan pada konektor speaker terlepas.

8. Speaker berasap. Ada hubungan pendek arus listrik antara kabel speaker (karena sambungan berkarat) ke ground sehingga voice coil panas. Seperti kita ketahui, bila terjadi korsleting pada speaker, kondisi ini akan memengaruhi kinerja power, bahkan menyebabkan malafungsi power amplifier jika tidak dilengkapi short circuit protection.

9. Kerusakan tweeter. Dalam hal ini, nada high lama-kelamaan menjadi clip (sember). Masalah tersebut bisa terjadi karena faktor cuaca akibat perangkat sering tersorot sinar matahari. Kondisi tersebut dapat membuat diafragma tweeter menjadi getas.

10. Subwoofer mati total karena voice coil terbakar akibat overpower.

11. Distorsi. Hal ini biasanya muncul pada subwoofer ketika berbarengan dengan bunyi bass. Soal satu ini muncul karena suspensi subwoofer sudah lemah atau ada kotoran di antara voice coil dan magnet.

12. Kerusakan pada potensiometer di power menyebabkan suara di speaker berat sebelah.

13. Timbul suara "jedug" saat sistem difungsikan atau dimatikan. Ini terjadi karena ada kerusakan pada komponen power.

14. Karena ada kerusakan pada power, bagian konus pada speaker "melotot" ketika sistem difungsikan. Artinya, yang keluar dari power adalah arus DC (seharusnya AC). Ini lantaran solderan pada papan PCB kendor atau bisa juga disebabkan kotoran yang menempel.
Read More..

Empat Cara Tepat Meningkatkan Tenaga Mesin Mobil

0 komentar
Empat Cara Tepat Meningkatkan Tenaga Mesin Mobil

TEMPO Interaktif, Jakarta - Banyak cara yang bisa dilakukan orang untuk meningkatkan tenaga mesin bagi mobil yang belum dilengkapi peranti turbocharger atau supercharger. Mereka bisa melakukannya dengan memasang turbocharger atau supercharger, memodifikasi kepala (header) dan ujung (muffler) knalpot, hingga modifikasi saluran udara (air intake) mesin.

Namun, yang paling sering dan dinilai memberikan tambahan tenaga paling besar adalah langkah pertama dan kedua. “Pengalaman selama ini, menunjukkan pemasangan turbo atau supercharger mampu meningkatkan tenaga mobil hingga 50 persen, sedangkan modifikasi di saluran buang atau knalpot 15 persen,” papar Aang Subarna, pimpinan Autozone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Memang, masing-masing memiliki kerumitan, dan biaya yang mahal . Karena itu perlu kecermatan dan ketepatan memilih. Lantas bagaimana untuk mendapatkan hasil yang ideal? Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing? Berikut Aang berbagi tips untuk anda :

1. Turbocharger
Peranti ini tak ubahnya seperti pompa yang menambah tenaga piston mesin dengan memberi tekanan udara lebih besar ke dalam setiap silinder. Sehingga proses pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin berlangsung cepat dan sempurna.

Turbocharger memanfaatkan sisa gas buang hasil pembakaran di mesin untuk memutar kipas atau turbin di dalam rumah turbocharger . Hanya, peranti ini memiliki kekurangan yaitu turbo-lag atau keterlambatan reaksi karena terdapat jeda waktu ketika pedal gas di tekan hingga tercapai tekanan gas buang yang besar untuk memutar turbin.

“Biasanya orang menyebut, turbocharger payah saat di putaran mesin rendah. Memang, pabrikan saat ini menggunakan dua unit turbo kecil dan multi katup, sehingga meski di tekanan udara rendah sudah bereaksi,” papar Aang.

2. Supercharger
Mekanisme kerja suoercharger mirip dengan turbocharger. Hanya, kelebihan supercharger adalah tersedianya tenaga seketika atau instan pada putaran mesin rendah.

Walhasil, kesenjangan atau jeda waktu antara tekanan pedal gas yang mendorong udara ke silinder seperti pada turbocharger tidak akan terjadi. Peranti itu langsung menghasilkan tekanan udara saat mesin dihidupkan.

Lantaran itulah, supercharger mampu mendongkrak tenaga mesin baik di kala putaran mesin rendah maupun tinggi.

3. Lengkapi dengan intercooler
Satu hal yang patut dicatat, kerja turbocharger maupun supercharger akan jauh lebih sempurna manakala udara yang dipasok melalui air intake ke ruang bakar juga mengandung banyak oksigen.

“Logikanya sederhana, hukum alam memastikan bahwa proses pembakaran membutuhkan oksigen. Makin banyak oksigen makin sempurna,” kata Aang.

Pada sisi lain, berkat dorongan turbocharger maupun supercharger kerja piston yang mendorong udara begitu cepat, sehingga udara segar yang disemburkan ke ruang bakar tak jarang minim oksigen. Lantaran itulah, perlu penyegaran udara.

Proses penyegaran itu bisa dilakukan manakala pemasangan turbo atau supercharger juga dilengkapi intercooler. Peranti ini banyak di jual di toko onderdil. Secara teori penggunaan peranti itu mampu memberikan tambahan tenaga ke mesin 10 – 15 persen.

4. Pilih knalpot sesuai dengan mesin
Cara yang paling murah dan mudah untuk meningkatkan tenaga mesin adalah dengan modifikasi di saluran buang. Prinsip kerja dari bagian mobil yang dimodifikasi itu adalah mengelola secara tepat gas sisa pembakaran.

Knalpot yang baik adalah knalpot yang dapat memberikan tekanan balik yang tepat sehingga menghasilkan tenaga yang optimal. Disinilah perlunya memilih knalpot yang baik dengan memperhatikan header (kepala knalpot yang langsung berhubungan dengan lubang blok mesin), resonator, dan muffler belakang,

Namun, pilihan itu harus disesuaikan dengan mesin. Secara umum mobil bermesin empat silinder, menggunakan header konfigurasi 4- 2-1. atau 4-1, dengan pipa berdiameter 2 inci.

Artinya, header tersebut menggunakan empat saluran untuk menyalurkan gas buang pembakaran mesin, kemudian disalurkan ke dua saluran di badan knalpot, dan terakhir satu saluran di mulut knalpot.

Header berkonfigurasi 4-1 artinya header memiliki empat saluran untuk menyalurkan gas dari blok mesin, kemudian disalurkan ke satu saluran gas buang. “Bila mesin kurang atau lebih dari empat silinder sebaiknya konsultasikan dengan modifikator,” terang Aang.

Selain itu pilih jenis knalpot yang tepat. Bila mobil anda untuk balapan, bisa menggunakan knalpot dengan saluran langsung atau free flow. Tetapi bila mobil untuk menunjang kegiatan harian sebaiknya pilih jenis lain.

“Kalau mesinnya standar menggunakan knalpot free flow, tarikan mesin justeru kempos,” tandas Aang.
Read More..

Mesin Mobil Mengelitik? Cermati Beberapa Hal Ini

0 komentar
Mesin Mobil Mengelitik? Cermati Beberapa Hal Ini

TEMPO Interaktif, Jakarta -Anda kerap mendengar suara seperti ketukan logam di mesin mobil anda di saat menginjak pedal gas? Bila hal itu terjadi, maka kemungkinan besar mobil mesin anda mengalami knocking atau biasa disebut mengelitik.

Bila hal itu terjadi secara terus menerus dan anda membiarkannya, maka piston mesin akan rusak. “Bila itu terjadi, maka daya yang dihasilkan mesin pun tidak maksimal, akselerasi juga tidak responsif. Lebih dari itu, mesin akan mengalami kerusakkan serius,” papar Endi Sopyan, Kepala Mekanik Bintang Motor, Meruya, Jakarta Barat, Senin (22/11).

Lantas apa saja penyebab terjadinya ketukan pada mesin tersebut? Langkah apa saja yang harus anda lakukan bila hal itu terjadi? Endi berbagi tips untuk anda. Berikut tips dari dia.


1. Proses pembakaran yang tak sempurna

Penyebab dari mesin mengelitik ada dua. Pertama, proses pembakaran yang tidak sempurna, dan penyebab kedua adalah penyetelan komponen mesin yang tidak sempurna atau komponen yang telah aus.

Proses pembakaran yang tidak sempurna terjadi karena bahan bakar yang disemburkan ke ruang bakar tidak terbakar pada saat yang tepat. Campuran bahan bakar dan udara yang berwujud dalam kabut dan didorong oleh piston terbakar bukan oleh pengapian dari busi, tetapi oleh titik panas yang terjadi dengan sendirinya karena tingkat kompresi bahan bakar yang tinggi.

Kompresi yang tinggi menyebabkan suhu campuran udara dan bahan bakar cepat naik atau tinggi, sehingga cepat mencapai titik panas dan meledak. Ledakan itulah yang mendorong atau tepatnya piston seperti dipukul dengan benda keras.

“Itulah yang disebut pembakaran dini pre-ignition atau orang sering menyebutnya auto-ignition, yaitu pembakaran lebih awal,” kata Endi.

Proses pembakaran seperti itu terjadi secara spontan dan menimbulkan suara keras, namun tidak merata. Suara mesin menjadi kasar atau ledakan keras. Begitu pun dengan getaran mesin. “Itulah yang disebut mesin mengelitik,” terang Endi.

Bila ledakan demi ledakan berlangsung keras, gerakkan piston menjadi tidak karuan maka bagian atas piston bisa jebol. Bahkan blok silinder pun rusak karena gerakkan itu. Akibat selanjutnya, bagian-bagain mesin akan rontok.

2. Pemasangan komponen yang tidak tepat

Penyebab kedua adalah pemasangan atau setelan komponen mesin yang tidak sempurna. Masalah yang kerap terjadi adalah tidak tepatnya pemasangan bantalan atau bearing setang piston pada kruk as (crankshaft).

Walhasil piston oblak atau bergetar saat perangkat ini bekerja naik turun saat memasok campuran bahan bakar dan udara. Gerakkan piston pun menjadi tidak teratur, maka blok mesin akan rusak. Bagian atas piston kemungkinan besar akan jebol.

Hal itu bisa terjadi karena komponen-komponen di mesin itu telah rusak atau aus yang disebabkan oleh mesin mengalami overheating atau kepanasan. “Biasanya saat air radiator habis dan mesin terus digeber, komponen mesin akan melenting atau bengkok. Ini yang menyebabkan mengelitik,” papar Endi.

Penyebab lainnya adalah, pemasangan komponen di saat mobil turun mesin dan blok mesin dibongkar, tidak tepat. “Akibatnya, kerja komponen tersebut tidak presisi, sehingga menimbulkan suara ketukan atau mengelitik di mesin,” terang Endi.

3. Pencegahan

Memang tidak mudah untuk memastikan apakah penyebab knocking mesin tersebut bahan bakar yang beroktan rendah atau cepat terbakar atau karena pemasangan komponen mesin yang tidak tepat. Sehingga mau tidak mau, anda harus membawanya ke bengkel.

Namun, dengan mengetahui berbagai penyebab tersebut, anda akan lebih memahami gejalanya, akibat yang ditimbulkan, serta langkah perbaikan yang harus diambil. Sehingga tidak mudah dikelabui oleh oknum bengkel yang tidak bertanggungjawab.

Satu hal yang bisa anda lakukan adalah melakukan pencegahan agar masalah knocking itu terjadi. Berikut ini adalah cara pencegahan :

a. Tepat memilih bahan bakar

Gunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobil. Satu hal yang patut anda ingat adalah, para produsen mobil melengkapi mobil produknya dengan mesin yang memiliki tingkat toleransi terhadap jenis bahan bakar dengan tingkat oktan tertentu.

Bila mesin mobil mobil mensyaratkan hanya mengkonsumsi bahan bakar dengan oktan tertentu, jangan sesekali menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah. Bahan bakar beroktan tinggi biasanya sudah ditambahi cairan aditif yang gunanya untuk membersihkan jeroan mesin.

Tetapi yang juga perlu digarisbawahi bahwa oktan tinggi tidak selamanya sesuai dengan mesin kendaraan anda. Sebab, bensin beroktan tinggi adalah bahan bakar yang tidak mudah terbakar di ruang bakar.

Sehingga ada kemungkinan sebagian dari bensin tersebut mengalami gagal bakar, karena mesin mobil anda tidak disesuaikan dengan bahan bakar jenis itu. Bila itu terjadi, yang akhirnya menjadi kerak. Kerak itulah yang akan meganggu performa mesin.

“Karena itu langkah yang bijak adalah, menyesuaikan bahan bakar dengan spesifikasi mesin sesuai rekomendasi pabrikan mobil,” tutur Endi.

Mobil buatan tahun 2000 ke atas umumnya dibekali mesin yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Hal itu sesuai dengan standar kadar emisi yang mensyaratkan tingkat emisi semakin rendah.

b. Hindari overheating

Agar terhindar dari kondisi seperti itu rajin-rajinlah memeriksa air radiator. Jangan sampai air radiator berkurang dari ukuran yang semestinya, apalagi habis. Sebab bila itu terjadi, maka proses pendinginan mesin tidak akan terjadi.

Padahal, suhu mesin akan terus bertambah tinggi seiring dengan proses pembakaran di ruang bakar. Bila, mesin overheating maka komponen mesin akan memuai dan bengkok. Akibat selanjutnya, akan menimbulkan suara bentukan di saat mesin diaktifkan.

c. Melakukan rekayasa

Ada beberapa cara atau rekayasa mesin untuk menghindari terjadinya knocking mesin. Ketiganya adalah :

1. Memundurkan timing pengapian untuk mesin yang masih menggunakan radiator. Cara ini tidak membutuhkan ongkos besar. Namun, hasilnya tenaga mobil akan berkurang, tarikan berat, mobil kurang lincah, penggunaan bahan bakar lebih boros dan kadar emisi tinggi.

2. Cara kedua adalah dengan memanipulasi penyetelan atau biasa disebut piggy back. Cara ini biasanya dilakukan pada mobil yang telah dilengkapi Electronic Control Unit (ECU) dan sensor knocking.

Biaya untuk rekayasa ini lebih mahal ketimbang cara pertama. Namun, akibat yang ditimbulkan juga sama seperti cara pertama, yaitu boros bahan bakar, tenaga berkurang, mobil kurang lincah dan emisi tinggi.
3. Cara ketiga adalah tune up semi sport, yaitu dengan mempermak kepala silinder mesin. Hanya, cara ini membawa konsekwensi spesifikasi mesin berubah total dari setelan dari pabrik. Biaya juga mahal.
4. Bahkan, tak jarang orang melakukan perubahan sepefisikasi total atau power pec-up. Caranya piston, kruk as, camshaft di timbang ulang, disamakan dan di-balancing. Tak menutup kemungkinan komponen itu diampelas, dikikir, atau bahkan dibubut.
Selain ongkosnya mahal, cara ini juga sangat spekulatif. “Karena kemungkinan berhasilnya juga sangat tipis, yah ini gambling juga,” terang Endi.
Read More..
Copyright © Dealer Honda Mobil - Blogger Theme by BloggerThemes