AC Mobil Mau Tetap Dingin!

0 komentar
AC Mobil Mau Tetap Dingin!

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat sistem A/C (air conditioning) mobil dinyalakan dan terdengar suara'ces' panjang, tandanya freon berkurang atau habis. "Bentuk freon itu berupa cairan, tapi di dalam sistem A/C berubah jadi gas lewat proses pengembangan dengan tekanan tinggi. Saat itulah sifat zat kimia tetrafluoroethane yang dikandung menjadi lebih dingin," jelas Hendrik, pemilik bengkel spesialis A/C Vent's.

Tak ada efek buruk ke hardware A/C atau mobil saat freon habis. Sebaliknya, jika freon sampai habis berarti ada kesalahan pada hardware. "Di dalam sistem A/C, freon tak akan pernah habis. Sampai terjadi, berarti ada komponen yang bocor (biasanya pada selang, evaporator, kondensor atau sil-sil)," urai Hendrik.

Untuk menjaga kondisi komponen A/C tahan lama, lakukan pengurasan freon setahun sekali dan usahankan pakai freon asli. Ada beberapa merek freoan seperti Kalton, Klea, Duracool dan banyak lagi.

Selain melakukan perawatan setahun sekali (atau setiap 20.000 km), sisitem A/C juga butuh perawatan prevebtif agar bisa bekerja maksimal dan tahan lama.

Inilah langkah-langkah preventif 1. Putaran mesin. Jaga rpm tidak terlalu tinggi ( dibawah 4.000 rpm) saat berkendara. Karena komponen A/C tidak diciptakan untuk bergerak dalam putaran tinggi.

2.Matikan A/C. Bila mobil tidak berhenti karena macet (menunggu lebih dari 10 menit), sebaiknya A/C dimatikan. Hal ini berkaitan dengan sifat freon yang punya karakter harus senantiasa bergerak oleh sirkulasi udara.

3.Jangan terlalu lama. Freon akan menguap dan menjadi sifatnya semula (cair) bila lama tidak digunakan. Akibatnya, kapasitas bisa berkurang drastis karena rentan bikin sil-sil sambungan A/C getas.

4. Awas bau tajam. Bau yang menempel di kabin diisap kembali dan menempel di evaporator. Makin lama makin menumpuk dan menyebabkan udara berbau asam dieembus ke kabin.
Read More..

Honda Fit Geser Keperkasaan Toyota Prius

0 komentar
Honda Fit Geser Keperkasaan Toyota Prius

TOKYO, KOMPAS.com - Sejak 20 bulan terakhir, Toyota Prius selalu memuncaki model terlaris di Jepang. Namun sejak Januari 2011, kondisi berubah. Honda New Fit (Facelift) atau di luar Jepang disebut Jazz, kembali perkasa, menggeser Prius. Jazz terjual 15.000 unit atau 1.000 unit lebih banyak dari Prius.

Melorotnya penjualan Prius bukan karena recall, tetapi subsidi dari pemerintah dicabut sejak September lalu. Konsumen Jepang mengalihkan pilihan ke mobil yang lebih rasional harganya, yaitu Fit. Kendati demikian, pihak Toyota tampak sudah mangantisipasi hal tersebut.

"Sesuai dengan perkiraan kami," ujar salah satu petinggi Toyota yang tak mau disebutkan namanya, dikutip autoevolution kemarin.

Toyota sudah mempersiapkan diri untuk merebut kembali tahta tersebut dengan memperkenalkan dua varian baru Prius di North American International Auto Show bulan lalu. Bisakah Honda bertahan?
Read More..

Lima Cara Mencegah Kanvas Kopling Cepat Aus

0 komentar
Lima Cara Mencegah Kanvas Kopling Cepat Aus

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah Anda pernah mengalami, saat pedal rem diinjak dalam-dalam dan gigi persneling sudah dipindah ke posisi rendah tapi mobil tidak bisa melaju kencang? Jangan terburu-buru memvonis pompa injektor kotor atau proses pembakaran tak sempurna.

Pasalnya, gejala seperti itu juga bisa menjadi pertanda pelat kopling bermasalah dan cenderung slip pada mobil transmisi manual. “Selain tuas kopling terasa alot atau susah dipindah saat ingin ganti posisi gigi, gejala kopling slip adalah tarikan mobil terasa lambat atau berat,” tutur Sunario, pimpinan bengkel Techno Auto Cars, Kebon Nanas, Tangerang, Senin (31/1).

Kopling merupakan peranti yang berfungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda saat kanvas dan pelat kopling merapat ke poros engkol mesin. Begitu pula sebaliknya, saat kanvas dan pelat kopling merenggang dari poros engkol, maka aliran tenaga tersebut terlepas.

Akibat kopling slip adalah mobil mogok di tengah jalan. Bila mobil dipaksakan terus berjalan, kanvas kopling akan rontok atau bahkan terbakar. Tentu, hal itu sangat berbahaya.

Apa penyebab utama kopling slip? “Keausan. Namun, pelat yang aus bukan semata-mata karena faktor umur, cara menggunakan peranti itu justru menjadi faktor utama,” papar dia.

Lantas, bagaimana cara menjaga agar kanvas kopling awet atau bertahan lama? Berikut tips dari Sunario :

1. Jangan menggantung pedal kopling

Biasanya, para pengemudi mobil menginjak pedal dalam posisi ketinggian setengah atau biasa di sebut menggantung kopling. Biasanya hal itu dilakukan kala jalanan macet dan mereka tidak ingin mesin mobil mati.

Tindakan menggantung kopling atau kerap menginjak pedal kopling lebih sering dilakukan saat mobil melaju di jalanan menanjak yang macet. “Injakan pedal kopling yang nanggung seperti itu akan menimbulkan gesekan yang tinggi di kanvas kopling , yang pada akhirnya mempercepat keausan,” papar Sunario.

Umumnya orang mengatakan, cara tersebut merupakan langkah yang tepat agar mesin mobil tidak mati. Pendapat itu tak salah. Hanya, cara itu menimbulkan kerugian.

2. Posisi gigi transmisi sesuai kecepatan mobil

Kebiasaan salah yang juga kerap dilakukan oleh pengemudi mobil adalah menggunakan gigi transmisi yang tak sesuai dengan kecepatan mobil. Misalnya, posisi gigi berada di empat, namun kecepatan mobil hanya 20 kilometer per jam. Begitu pula sebaliknya, mobil melaju dalam kecepatan tinggi, namun posisi gigi berada di dua atau tiga.

“Gunakan gigi transmisi sesuai kecepatan mesin, karena cara itu akan meringankan kerja kopling,” ujar Sunario.



3. Atur ketinggian pedal kopling (free play) dengan tepat

Sering kali pedal kopling terlalu tinggi, artinya pengemudi harus menginjak pedal hingga mentok ke lantai mobil namun terasa belum mentok. Kondisi seperti itu sangat tidak dianjurkan.

Namun, memposisikan pedal kopling terlalu pendek, yaitu baru diinjak sedikit sudah terasa mentok juga tidak bagus. Posisi yang ideal adalah, masih ada jarak bebas ketika pedal kopling diinjak dan kemudian dilepaskan.

Jarak bebas adalah, antara saat pedal diinjak hingga terasa menyentuh sesuatu. Untuk mengetahui ada tidaknya jarak bebas itu, cukup mudah. Rasakan, saat pedal yang diinjak (saat ganti posisi gigi) dan kemudian lepaskan perlahan-lahan injakan kaki Anda di pedal.

Bila posisi injakan masih 50 persen, tetapi laju mobil telah terasa bertambah, berarti pengaturan posisi telah tepat.

Jarak bebas tersebut sangat penting. Pasalnya, bila tidak ada, maka gesekan yang terjadi di kanvas kopling akan tinggi, meski pedal kopling tidak diinjak. Hal ini menyebabkan kanvas cepat aus, dan release bearing cepat rusak.


4. Lakukan pergantian posisi gigi dengan halus

Kebiasaan yang salah yang juga kerap dilakukan orang adalah melakukan pergantian gigi dengan cepat dan kasar. Artinya, pedal kopling tak diinjak dalam-dalam dan melepaskannya secara halus atau perlahan-lahan.

Selain menimbulkan entakan saat berpindah gigi, perilaku seperti itu juga menyebabkan gesekan keras di kanvas kopling. Akibatnya kanvas cepat aus. Bila itu terjadi, maka kemungkinan besar terjadi slip juga besar.

5. Konsultasi ke ahli

Kondisi keausan komponen mobil memang berbeda-beda. Oleh karena itu, bila kesulitan merasakan gejala-gejala apakah telah terjadi masalah di kopling atau bukan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli di bengkel.

“Sebab, masing-masing mobil juga memiliki karakter yang berbeda. Misalnya, Daihatsu Xenia 1.000 cc, bila telah berjalan 50 ribu kilometer, biasanya per atau pegas di pelat kopling aus, padahal yang 1.300 cc tidak,” terang Sunario.

Itulah beberapa cara mencegah kanvas kopling cepat aus dan menghindari kopling slip. Semoga bermanfaat.
Read More..

Cara Mudah Membersihkan Lampu Utama dan Lampu Kabut Berembun

0 komentar
Cara Mudah Membersihkan Lampu Utama dan Lampu Kabut Berembun

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah kaca lampu utama dan lampu kabut mobil Anda tiba-tiba berembun? Pada saat cuaca tak menentu, yaitu semula panas terik tiba-tiba hujan atau sebaliknya, kemungkinan terjadinya masalah itu memang sangat besar.

Selain tak sedap dipandang, keberadaan embun di kaca lampu itu juga membuat pancaran cahaya bola lampu tidak terang. Walhasil, pandangan Anda kala mengemudikan mobil di malam hari juga akan terganggu.

"Penyebab embun masuk ke lampu, selain karena seal yang sudah aus juga bisa dikarenakan soket lampu yang tidak rapat atau renggang," tutur Ali Mustafa dari Jakarta Raya Motor, Pinang, Tangerang, Selasa (1/2).

Adapun embun di lampu kabut, menurut Ali, disebabkan karena penyekat antara rumah lampu dan tabung mika penutup mengalami kebocoran. Penyebab lainnya, bohlam yang tidak menutup sempurna karena terkena guncangan saat mobil melibas jalan berlubang atau kain penutup lubang hawa untuk lampu telah rusak.

Cara untuk mengatasi masalah itu cukup mudah. Anda pun bisa melakukannya sendiri. "Memang sedikit repot, namun bila telaten dan cermat, hasil akan memuaskan," kata dia.

Lantas apa saja langkah untuk memperbaikinya? Berikut tips dari Ali :

1. Lampu utama

a. Bongkar rumah lampu

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka kap mesin mobil dan kemudian lepas baut pengunci lampu. Setelah itu, gunakan obeng minus untuk melepas karet seal di sambungan antara rumah lampu dan kaca mika.

Bila terasa sulit Anda bisa memanasi sambungan tersebut agar lem meleleh dan mudah untuk melepas sambungan. Ingat, jangan menggunakan api tetapi gunakan alat pengering rambut (hairdryer) atau alat lainnya yang menimbulkan hawa panas.

Setelah terlepas, bersihkan bagian dalam kaca mika dan rumah lampu dengan kain lembut yang kering.

Tetapi satu hal yang patut diingat jangan menjemur secara langsung tabung lampu itu. Sebab, saat terkena terik sinar matahari mika tabung itu akan menyerap hawa panas.

"Sehingga saat ditutup rapat dan lampu telah dipasang sisa hawa panas itu masih berada di dalam tabung dan akan menjadi embun lagi saat mobil cuaca mulai dingin," terang Ali.

Sebaiknya Anda meletakkan rumah lampu dan kaca mika di tempat sejuk dan kering agar keduanya benar-benar kering. Setelah itu, pasang seal baru di sambungan kaca mika dengan rumah lampu dan pasang kembali bohlam di soket. Pastikan soket telah rapat dan terpasang dengan benar.

Lampu pun siap dipasang kembali.

b. Tanpa bongkar

Namun, bila Anda yakin seal masih bagus dan tak ingin repot membongkar lampu, caranya lebih sederhana. Anda cukup mencopot soket lampu.

Setelah kaitannya terlepas, keluarkan lampu dari lubangnya. Ambil kain bersih dan kering, lilitkan pada besi atau kayu dan ikat dengan tali, setelah itu masukkan ke lubang untuk memasang soket bohlam dan gosok-gosok beberapa kali.

2. Lampu kabut atau fog lamp

Caranya hampir seperti melepas kaca mika dari rumah lampu. Langkah pertama adalah, melepas fog lamp dari dudukannya. Upaya ini memang cukup sulit karena letaknya yang agak tersembunyi. Setelah itu lepaskan lampu kabut itu dari bemper.

Langkah selanjutnya adalah memanasi sambungan batas antara rumah lampu dan kaca mika. Seperti halnya memanasi sambungan di lampu utama, jangan menggunakan api saat memanasi sambungan di lampu ini.

Cukup dengan alat pengering rambut atau alat lainnya yang menimbulkan hawa panas, kira-kira 10 - 15 menit hingga lem perekat pembatas tersebut meleleh.

Kemudian pisahkan rumah lampu dan kaca mika dan bersihkan dengan kain lembut yang kering. Bila proses pembersihan selesai sambung kembali rumah lampu dengan menggunakan seal baru tentunya.

Bila kain penutup lubang hawa lampu telah rusak, segera ganti. Kain ini banyak dijual di toko-toko onderdil.

Itulah beberapa cara gampang membersihkan lampu utama dan lampu kabut yang berembun. Semoga bermanfaat.
Read More..

Empat Langkah Perlakukan Mobil yang Lama Tidak Dipakai

1 komentar
Empat Langkah Perlakukan Mobil yang Lama Tidak Dipakai

TEMPO Interaktif, Jakarta - Anda termasuk orang yang kerap bepergian ke luar kota dalam waktu lama sehingga mobil sering tidak digunakan alias menganggur di rumah? Berhati-hatilah bila kembali akan menggunakan mobil terutama mobil yang tidak digunakan dalam waktu berbulan-bulan.

Pasalnya, mobil yang telah lama tidak digunakan ada bagian-bagian baik di mesin maupun komponen lain seperti rem, bagian kaki-kaki, bagian mesin yang mengalami perubahan kondisi.

“Sehingga perlu perlakuan khusus, terutama saat pertama kali akan menggunakannya kembali . Saat memanasi misalnya, berbeda dengan saat memanasi mesin mobil yang setiap hari digunakan,” tutur Iswandi, Service Advisor, Bintang Auto, Pondok Aren, Tangerang, Banten, Sabtu (5/2).

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan? Langkah seperti apa dalam memperlakukan mobil? Berikut tips dari Iswandi?



1. Periksa oli

Sebelum memanasi mesin mobil langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah memeriksa beberapa unsur penting bagi sistem kerja mesin. Periksalah kondisi oli, baik jumlah maupun kelayakannya.

“Pastikan jumlah oli tidak kurang dari garis batas bawah yang ada di tongkat indikator oli. Bila kurang dari batas bawah, sebaiknya Anda menambah sedikit saja,” kata Iswandi.

Hal lain yang juga patut diingat adalah, cermati apakah kondisi oli masih layak. Bila Anda mendapati oli telah mengental atau bahkan cenderung lengket dan sedikit ada unsure warna keputih-putihan seperti lemak, maka sebaiknya ganti oli.



2. Cermati kondisi cairan radiator

Pemeriksaan juga wajib dilakukan terhadap air radiator. Bila mobil tidak digunakan selama sebulan lebih, sangat dianjurkan untuk mengganti air radiator. Pasalnya, dalam kurun waktu itu kotoran yang ada di radiator – baik yang berasal dari karat di dalam peranti itu atau kotoran hasil kontaminasi unsur logam dengan cairan radiator selama mobil tidak digunakan – mengendap di dasar.

Sehingga, saat Anda bermaksud memanasi mobil dan mesin dihidupkan kotoran tersebut akan tiba-tiba terangkat ke permukaan seiring dengan memanaskan cairan itu. Walhasil, kotoran akan menyumbat saluran pedingin mesin.

“Kalau hal itu terjadi, maka mesin mengalami overheat saat mobil di jalankan kemunginan besar terjadi. Paling tidak kotoran menyebar, dan radiator akan rusak,” terang Iswandi.

Oleh karena itu bila mobil tidak digunakan lebih dari sebulan, sebaiknya mengganti cairan radiator tersebut.



3. Cek kondisi aki

Komponen lain di mobil yang juga perlu mendapat perhatian adalah aki. Bila Aki yang Anda gunakan adalah aki basah, bukalah tutup di lubang pengisian cairan dan pastikan air aki masih dalam jumlah normal.

Sangat dianjurkan untuk tidak seratus persen mengandalkan warna indikator di aki, Terlebih bila umur aki telah lebih dari setahun. Pasalnya, bisa saja telah terjadi malfungsi indikator tersebut sehingga tidak akurat.

Bila Anda menggunakan aki kering, pastikan tidak ada bagian dari aki yang berubah bentuk atau bocor. “Berubah bentuk itu maksudnya, apakah ada bagian yang menggelumbung. Karena menggelembung berarti aki telah rusak,” tandas Iswandi.

Setelah itu pastikan kabel di terminal plus maupun minus terpasang dengan baik dan kuat. Pastikan tidak ada kerak atau kotoran di terminal tersebut, serta tidak ada rembesan cairan.



4. Tak cukup hanya memanasi di tempat

Setelah melakukan pengecekan atau penggantian beberapa bagian atau zat yang perlu diganti, langkah selanjutnya adalah memanasi mobil. Namun, yang perlu dicatat, proses pemanasan mobil yang telah lama tidak digunakan berbeda dengan mobil yang saban harus dipakai.

Jangan terlalu lama memanasinya di tempat. Seabiknya mobil Anda jalankan di jalanan. Hal itu dimaksudkan agar bagain-bagian mesin dan beberapa komponen mobil yang bergerak kembali dalam kondisi prima.

Selain itu, fakta selama ini juga menunjukkan bahwa mobil yang jarang dipakai acapkali tarikan tenaganya terasa berat. “Secara teori, kondisi itu disebabkan oleh adanya pembentukan oli film atau semacam penumpukan zat atau kotoran yang membeku atau menumpuk di komponen-komponen mobil yang bergerak. Sehingga saat mobil dijalankan komponen-komponen itu seolah terganjal, tarikan mobil pun menjadi berat,” terang Iswandi.

Pemanasan dengan menjalankan mobil itu sebaiknya dilakukan saban hari, atau minimal dua hari sekali. Sehingga kondisi mobil benar-benar pulih.

Itulah beberapa cara memperlakukan mobil yang telah lama tidak digunakan. Semoga bermanfaat.
Read More..

Odyssey Raih Bintang Lima Tes oleh NHTSA

0 komentar
Odyssey Raih Bintang Lima Tes oleh NHTSA

AMERIKA, KOMPAS.com - Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika melakukan pengujian (testing) terhandap kendaraan dengan metodologi baru yang lebih ketat dibanding dengan cara lama. Dari 50 kendaraan yang diuji, ditetapkan 11 yang layak mendapat bintang lima (five star).

Unsur-unsur yang diuji dari kendaraan, (lama) seperti tes tabrak (crash test), kategori tes (test category) dan overall. Kemudian ada rollover, struktur bodi Advanced Compatibility Engineering (ACE), dan ada lagi lainnya.

Cukup mengejutkan, dari 50 kendaraan itu Honda Odyssey produksi 2011 mengantongi bintang lima untuk tes tabrak, overall dan kategori. Sedang rollover mendapat bintang empat. Begitu juga di kategori ACE menuai hasil yang baik.

Menurut pihak NHTSA, ketika dilakukan pengujian (tes tabrak), Odyssey merata mendistribusikan energi kecelakaan di seluruh bagian depan. Sehingga, keselamatan penumpang (terutama bagian depan) sedikit terlindungi ketika terjadi kecelakaan hebat.

Sukses Odyssey dalam uji kelayakan oleh NHTSA setelah sebelumnya minivan ini meraih angka "Baik" dari Lembaga Asuransi Keselamatan jalan Raya. Kini, Odyssey tingga menunggu pengujian atap yang akan dilakukan oleh NHTSA.
Read More..

Empat Kesalahan Saat Membeli Mobil Bekas

0 komentar
Empat Kesalahan Saat Membeli Mobil Bekas

TEMPO Interaktif, Jakarta - Membeli mobil bekas sekilas mudah sekali dilakukan. Ada uang, mobil yang menjadi incaran telah tersedia dan harga cocok, mobil pun berpindah tangan.

Hanya, setelah mobil menjadi miliknya ternyata merongrong keuangan karena tiap pekan harus ke bengkel. Bahkan, mereka yang membelinya secara kredit merasa tekor saban bulannya.

Padahal sebelum akad jual beli disepakati, mereka dengan seksama telah mensurvei harga. Bahkan, tak jarang mereka membandingkan harga di dua hingga tiga tempat. Sehingga, harga yang mereka sepakati saat transaksi adalah harga yang terbaik.

Begitu pula dengan kondisi mesin dan berbagai komponen pendukung mobil. Mulai dari kondisi cat yang masih mulus tanpa cacat, kondisi mesin dan kinerjanya, hingga pernak-pernik panel telah dicoba. Hasilnya -- saat itu -- terlihat oke. Lantas apa yang salah?

"Ada empat kesalahan yang selama ini dilakukan oleh konsumen dan jarang sekali disadari. Intinya adalah memeriksa secara seksama, rinci, dan penuh kesabaran," kata Fatoni, seorang spesialis body repair, sebuah bengkel di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/1).

Ihwal empat kesalahan itu, Toni -- panggilan Fatoni- memerinci sebagai berikut:

1. Tidak mempelajari riwayat mobil
Acap kali orang hanya melihat ciri-ciri fisik yang ada dan kerap menjadi bualan para pedagang. Umumnya mereka terbuai dengan promosi yang bombastis dari pedagang mobil bekas yang selalu menyebut bodi tanpa cacat, cat masih mulus, dan perangkat pendukung masih orisinal.

Memang, tampilan fisik mulai dari cat hingga keaslian bodi penting diperhatikan. Namun, hal yang jauh lebih penting untuk dicermati adalah riwayat mesin. Pastikan bahwa pemilik lama mobil itu rajin merawat mulai dari ganti oli, filter, hingga mengganti komponen yang rusak.

"Untuk mengetahui hal ini, mintalah buku pegangan pemilik saat mobil masih dalam masa garansi dan setelahnya. Di buku tersebut minimal Anda tahu seperti apa perlakuan pemilik terhadap mobilnya," kata Toni.

Begitu pula, pastikan mobil yang akan Anda beli itu tidak pernah mengalami tabrakan hebat atau terendam banjir. Setelah itu baru telitilah komponen-komponennya, apakah masih menggunakan komponen asli dari pabrik. Bila telah ganti, pastikan komponen tersebut bukan komponen imitasi atau kualitas dua atau tiga.

Memang, untuk mengetahui apakah mobil tersebut bekas tabrakan dan terendam banjir lumayan sulit. Oleh karena itu, ajaklah teman yang paham kondisi fisik dan mesin mobil. Bila tidak ada teman atau saudara, mintalah mekanik tepercaya untuk melakukan tugas itu.

2. Melakukan test drive sekadarnya
Kesalahan yang juga sering dilakukan calon pembeli adalah hanya melakukan tes terhadap mobil yang akan dibeli sekadarnya saja. Entah karena enggan dengan penjual atau karena memang sudah kesengsem dengan mobil yang akan dibeli, umumnya calon pembeli merasa sreg meski hanya baru beberapa ratus meter mencoba mobil.

Padahal, kerusakan atau ketidakberesan mesin mobil belum akan terasa saat mobil dijalankan dalam beberapa ratus meter. Permasalahan di mesin atau komponen lain, baru akan terlihat saat mobil menempuh beberapa puluh kilometer.

Terlebih, tak jarang oknum pedagang nakal juga menyiasati kekurangan yang ada di mobil yang dijajakannya dengan servis ala kadarnya. Mereka, umumnya berprinsip, yang penting saat dicoba atau dalam beberapa bulan masalah di mobil itu tidak terlihat.

"Karena itu lakukan tes dengan mengendarai mobil sejauh mungkin. Lebih baik Anda berkorban mengganti bahan bakar mobil tersebut ketimbang menyesal kemudian. Lakukan di berbagai lintasan," kata Toni.

3. Menuruti emosi sesaat
Disadari atau tidak, pembeli sering kali hanya menuruti emosi sesaat. Mereka umumnya langsung menjatuhkan pilihan dan menyatakan oke saat tampilan mobil yang diincarnya bagus, dan sekilas kondisi mesinnya tidak bermasalah.

Tahanlah emosi dan berpikirlah dengan kepala dingin. Renungkan kembali, beberapa hal yang menjadi pertimbangan termasuk kondisi fisik dan mesin mobil meski telah mencobanya. "Ingat-ingat kembali apakah kondisi yang ada sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Bila perlu diskusikan dengan teman, saudara, atau mekanik terpercaya yang Anda ajak," saran Toni.

Namun, Anda juga harus memiliki pengetahuan tentang seluk-beluk mobil. Meski pengetahuan itu minim, paling tidak akan membantu Anda, terutama di saat Anda mendiskusikannya dengan teman atau mekanik tersebut. Bacalah tabloid, majalah, atau situs yang memuat artikel otomotif.

4. Tidak memikirkan biaya perawatan
Kesalahan keempat berkaitan dengan ongkos perawatan dan besaran cicilan yang harus Anda bayar saban bulan (bagi yang membeli secara kredit). Hal itu sangat penting diingat. Pasalnya, membeli mobil bekas terkadang tak ubahnya membeli persoalan orang lain.

Terlebih bila mobil yang Anda beli juga mengalami masalah seperti yang disebut di nomor satu dan dua. Kerusakan seperti itu bisa terjadi di mobil bekas yang masih tergolong berusia muda sekali pun. "Apalagi bila mobil itu telah melebihi usia pakai standar, lima atau tujuh tahun. Saat itulah, merupakan waktu pengeluaran biaya bagi mobil karena kerusakan atau masalah mulai muncul di mobil," ujar Toni.

Bila Anda membelinya secara kredit, upayakan mengangsurnya dalam waktu yang lebih cepat atau tenor sependek mungkin. Pasalnya, dengan cara itu beban yang Anda tanggung saban bulan tidak akan berat jika terjadi kerusakan di mobil. Sehingga Anda pun terhindar dari kondisi yang serasa mengimpit.
Read More..
Copyright © Dealer Honda Mobil - Blogger Theme by BloggerThemes